Festival Sastra Yogyakarta 2026: POETRY JAM PUISI MAGHRIB Padukan PUISI dan MUSIK AKUSTIK
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Agustus 2026: Standup Indo Jogja memadukan pembacaan puisi dan musik akustik dalam Mini Stage Poetry Jam Puisi Maghrib pada rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Panggung Teras Grha Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Sabtu sore, (29/8/2026).
Penampilan dibuka oleh Satrio yang menyambut penonton sekaligus mengajak mereka untuk berani tampil dan menyampaikan karya di ruang sastra.
“Selamat datang di Festival Sastra yang akan kembali ikut meramaikan sejarah. Semoga dengan saya maju, teman-teman juga berani maju,” ujar Satrio.

Satrio membawakan puisi “Mei” karya Joko Pinurbo yang ditulis dengan penanda Jakarta, 1998. Pembacaan puisi diiringi alunan musik akustik yang mengiringi suasana sore menjelang magrib.
Perpaduan puisi dan musik menjadi bagian penting dalam penampilan tersebut. Iringan musik tidak hanya menjadi pengiring, tetapi juga membantu membangun suasana dan menguatkan ekspresi pembaca dalam menyampaikan puisi.

Pamong Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Dian Korprianing Nugraha, mengatakan kegiatan seperti Poetry Jam memberi ruang bagi puisi untuk hadir dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Puisi sebenarnya bisa dinikmati dalam banyak cara. Sore ini, puisi bertemu dengan musik dan penonton bisa merasakan suasananya secara langsung. Yang penting, orang tidak merasa jauh atau takut duluan dengan puisi,” kata Dian.

Menurut Dian, ruang-ruang seperti itu juga penting untuk membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin mengenal dan mengekspresikan diri melalui sastra.
“Panggung ini terbuka. Ada yang membaca, ada yang mendengarkan, lalu saling menikmati. Dari perjumpaan sederhana seperti itu, semoga kecintaan terhadap sastra bisa tumbuh,” ujarnya.
Melalui Poetry Jam Puisi Maghrib, Standup Indo Jogja menghadirkan sastra dalam suasana santai dan dekat dengan penonton. Perpaduan pembacaan puisi dan musik akustik menjadi salah satu cara menghadirkan karya sastra dalam pengalaman yang lebih hidup dan dapat dinikmati bersama. (Ismawati-FSY 2026/Antok Wesman-Impessa.id)

