Lully Tutus dan Zie, Gelar Karya Dalam Pameran Manifestasi Di Pendhapa Art Space Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta: Lully Tutus dalam pameran seni rupa oleh Komunitas Perempuan Lintas Batas bertajuk “Manifestasi” di Pendhapa Art Space Yogyakarta, menampilkan lukisannya berjudul “Ibu Bumi”. Kepada Impessa.id, Lully Tutus mnguraikan secara singkat makna dari judul yang menceritakan seorang perempuan Dewi Sri, dimana secara mitos dan filosofinya Dewi Sri itu memang ada.
“Dewi Sri itulah yang memenuhi semua kebutuhan kita, melindungi kita, melindungi anak-anak, yang memberikan kesuburan untuk alam dan memang tidak diraguykan lagi bahwa peran perempuan itu sangat luar biasa secara filosofi Jawa. Jadi saya bangga menjadi perempuan Indonesia, terutama Jawa,” tuturnya.
“Menjadi perempuan itu memang harus punya daya tangguh yang kuat, karena semakin kesini kan kehidupan semakin berat. Karena kalau tidak kuat secara mental dan jiwa itu akan tergerus, jadi harus sehat Bahagia lahir dan batin,” imbuh Tutus.
Sementara perupa Nur Azizah Zie dalam pameran Manifestasi itu memajang karya lukisan berjudul “Senandung Malam”. Saat ditemui Impessa.id, Zie, demikian sapaan akrabnya menjelaskan, “Ini menceritakan keseharian saya, seorang wanita yang punya impian, yang dia sampaikan kepada malam, kepada rembulan, dan di ruang-ruang sepi di malam hari dia menemukan momentum itu, karena pagi-siang fokus pada kesibukan sehingga tidak sempat berfikir untuk berkarya melukis. Pada saat malam itu suasana sepi, hening, bisa menemukan inspirasi, imajinasi, disaat itulah bisa tertuang kedalam karya lukis,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Ganes selaku Direktur Pendhapa Art Space menyatakan bahwa pameran oleh Komunitas Perupa Perempuan Lintas Batas merupakan kesempatan yang menyenangkan dan untuk itu pihaknya sangat mendukung digelarnya pameran seni rupa tersebut.
“Peran perempuan itu sangat penting bagi dunia ini terutama dalam keberlangsungan kehidupan dan berkarya ini merupakan suatu bentuk aktualisasi wanita sehingga layak didukung oleh Pendhapa Art Space, terlebih adanya ibu-ibu pejabat yang ikut berpameran disini, diantaranya ibu Wiwik Oratmangun, isteri Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, serta ibu Novi Suwondo, isteri Kapolda DIY,” ujarnya.
Hangno Hartono, seniman wayang yang berkesempatan menyaksikan pameran seni rupa karya lebih dari 100 perempuan di Pendhapa Art Space Yogyakarta, merasa senang karena ada pula perupa perempuan yang menampilkan karya berupa wayang. Berikut penuturannya, “ternyata tema-tema wayang juga menjadi inspirasi perupa Perempuan, bagi saya hal itu cukup membanggakan, karena tema-tema wayang jika digali maka yang terkait dengan wanita itu banyak, disini sudah dimunculkan, suatu perkembangan yang bagus,” ucapnya. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)
