Event

Songo Collective Gelar Pameran Lukisan Di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta, 18 November hingga 2 Desember 2023

Songo Collective Gelar Pameran Lukisan Di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta, 18 November hingga 2 Desember 2023

Songo Collective Gelar Pameran Lukisan Di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta, 18 November hingga 2 Desember 2023

Impessa.id, Yogyakarta: Songo Collective gelar pameran bertajuk “Above Beyond” bertempat di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta, 18 November hingga 2 Desember 2023. Sembilan perupa yang berpameran yakni, Bima Bayu K, Bulan Fi Sabilillah, Ellyana Khoirunnis, Ferdian RF, Jane Ranesya Jingga, Muh. Iqbal, Na’illa Ika Suzana, Raffael Arlief, dan Widya Sri Sucihati.

Bulan Fi Sabilillah, dalam pengantar kuratorial pameran “Above Beyond” tersebut menuturkan, di era digital saat ini sangatlah mudah untuk mengakses segala sesuatu, dan membuat sesuatu. Termasuk dengan teknologi AI (Arficial Intelegence).

Pembuatan gambar, ilustrasi, yang biasa dilakukan oleh seniman sudah mulai berangsur-angsur ditinggalkan, beralih pada rekayasa digital yang dianggap lebih mudah dan murah.

"Namun apakah kemudian seniman akan kehilangan tugasnya lalu digantikan oleh teknologi? Apakah seni rupa akan mati? Tentu saja tidak, teknologi bisa saja menciptakan ribuan, bahkan jutaan gambar dengan mudah," tuturnya.

Dikatakan, "Jika dilihat lagi seni rupa hari ini sudah bukan apa yang dikatakan Plato dengan teori “mimesis”nya. Seni bukan hanya ruan alam, namun seni adalah wujud manifestasi dari berbagai hal. Kemudian konsep seni saat ini sudah sangat jauh melampaui teori-teori lama. Keberanian dalam melewati rintangan adalah salah satu cara seniman untuk melawan hambatan yang ada".

Above (di Atas), Beyond (Melampaui), secara sadar maupun tidak, seseorang pasti menginginkan untuk mengimprove dirinya lebih dari yang sebelumnya. Dalam arti lain “Beyond the Boundaries” merupakan sebuah momentum bagi “Songo” untuk bisa mengembangkan kemampuan para seniman dalam melampaui sebuah keterbatasan-keterbatasan yang ada.

Dalam berkarya, penggalian ide, kemampuan eksplorasi, baik media, teknik maupun materi lain membutuhkan kreativitas dalam mencapai hal yang diinginkan. Inilah yang menjadi ujung tombak kekuatan “Songo” dalam melewati batas-batas yang seringkali membuat para seniman mengalami masalah dalam berkarya.

Tanpa adanya kreativitas seniman terkungkung pada keadaan “stuck” yang membuat seniman tidak berkembang, dan proses kreatif itu diperoleh dengan cara yang berbeda-beda bagi setiap seniman. Pada momentum inilah kami mencoba untuk mengeksplore lebih dalam lagi tentang kemampuan diri.

Penciptaan karya dalam ruang pamer ini memiliki peran penng bagi masing-masing seniman, layaknya ibu yang melahirkan seorang anak. Pameran "Above Beyond" adalah awal perjalanan bagi kami untuk meniti kekuatan bersama-sama, untuk menciptakan karya yang berkarakter dan mencerminkan identitas setiap individu perupa.

Pameran "Above Beyond" juga merupakan sebuah ajang unjuk diri, dan ruang bagi bersembilan perupa muda untuk berkarya, belajar bersama, serta saling bekerja sama membangun argumentasi yang positif dibidang seni rupa. (Widya Sri Sucihati/Antok Wesman-Impessa.id)