Pekan Seni Grafis 2019 Di Ex-Gedung KONI Museum Sonobudoyo Yogyakarta, 14-27 September 2019.
Impessa.id, Yogyakarta : “Ketika sekarang Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Danais-nya sudah mulai terbuka, transparans kepada publik, membantu menggelar event seni grafis, membuat kami, para seniman grafis semakin optimis bahwa seni grafis ini semakin menyentuh ke masyarakat luas, semakin mendekatkan seni grafis ke masyarakat luas. Kemudian dengan dukungan Danais pula kami kemudian bisa masuk ke sekolah-sekolah, bikin workshop,bikin lomba untuk pelajar. Yang menarik ialah, bagaimana kita juga semakin mendekatkan diri ke anak-anak muda, karena mereka pula lah yang kemudian turut mengembangkan seni grafis,” ungkap Deni Rahman.

Demikian dikemukakan dedengkot Komunitas Seni Grafis Minggiran, Deni Rahman kepada Impessa.id, usai press conference perhelatan Pekan Seni Grafis Jogja 2019 di Museum Sonobudoyo Alun-Alun Utara Yogyakarta, Kamis sore (12/9/2019) menghadirkan narasumber Dra. Y. Eni Lestari Rahayu selaku Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY, kemudian, Dra. Purwiati selaku Kepala Seksi Bidang Seni, dan Bambang ‘Toko’ Wicaksono selaku kurator Pameran Pekan Seni Grafis Jogja 2019.

Deni Rahman lebih lanjut menuturkan, bahwa dengan adanya dukungan Danais –Dana Keistimewaan, yang penting yakni tanggung jawabnya semakin besar mengingat ada tuntutan lebih bagaimana acara ini bukan sekedar menyerap anggaran saja, tetapi bagaimana lebih pada kebermanfaatannya bagi publik. Pihak Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta mengucurkan Danais sebesar 600-juta rupiah, untuk mendukung pelaksanaan Pameran Pekan Seni Grafis Jogja 2019 yang berlangsung di Gedung Ex-KONI Museum Sonobudoyo Yogyakarta, 14-27 September 2019.

Agenda PSGY 2019, berupa Pameran Seni Grafis berlanngsung 14-27 September 2019, menghadirkan karya dari 60 seniman se Indonesia, termasuk karya Mochtar Apin (1923-1994), Pelopor Seni Grafis Indonesia, yang bersama Baharudin Marasutan (1910-1988), mereka berdua bermodalkan seni cetak grafis, ikut mengiringi Kemerdekaan Republik Indonesia, dalam diplomasi kebudayaan yang unik, mengirmkan satu set karya seni grafis kepada semua negara yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustsu 1945. Karya-karya seni grafis bersejarah tersebut turut dipamerkan di event PSGY 2019 di Ex-Gedung KONI Museum Sonobudoyo Yogyakarta.
Untuk Workshop Tujuh Teknik Grafis berlangsung di Ruang Kaca EX Gedung KONI, di bagian belakang, pada 15-26 September 2019. Jadwal Workshop yakni, Mokuhanga oleh Miracle Print Studio pada 15-19 September 2019. Lino Cut oleh Deni Rahman pada 15-19 September 2019. Pembuatan Kertas oleh Devy Ferdiyanto pada 22-26 September 2019. Sablon oleh Mata Tikus pada 22-26 September 2019. Relief Print Anak oleh Theresia A. Sitompul pada 22-26 September 2019. Relief wax oleh Arwin Hidayat pada 21-25 September 2019. Kitchen Litho oleh Adi Sundoro pada 21-25 September 2019. Dan Restorasi Kertas oleh Sri Sustiyadi ST.MA pada 25-26 September 2019.
Kemudian Lomba Cukil Battle bertajuk “PSGY Mencari Jawara Cukil” terbuka untuk publik dengan Babak Penyisihan pada 21 September 2019 dan Babak Final pada 27 September 2019. Sedangkan Penjurian pada 26 September 2019.
Agenda Seminar PSGY digelar pada 26 September 2019 bersama narasumber Agung Kurniawan, Deni Rahman, Devy Ferdiyanto dan Ipong Purnamasidhi. Selama PSGY 2019 juga digelar Program Residensi untuk dua seniman dari luar kota Yogyakarta. (Antok Wesman-Impessa.id)

