Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Pada Sabtu, 19 September 2026, Menutup Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Pada Sabtu, 19 September 2026, Menutup Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, September 2026: Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pada Sabtu petang (19/9/2026), secara resmi menutup penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, setelah digelar selama tujuh hari, sejak 13 September 2026.
Simbol penutupan diawali dengan pencabutan bilah bambu di gate utama FKY 2026 oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, didampingi Bupati Sleman H. Harda Kiswaya SE MSi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi SS MA beserta jajaran dan panitia. Bilah bambu dari KGPAA Paku Alam X kemudian diserahkan kepada FJ Kunting dan diarak keliling area FKY hingga berujung ke Panggung Taling, dan disambut oleh penampilan Kiai Kanjeng yang membuka dengan nembang bareng lagu tradisional “Ilir-Ilir”.


Tema “Aksara” diangkat sebagai cara membaca kembali bagaimana masyarakat Yogyakarta menuliskan dan mewariskan identitasnya. Melalui pertunjukan, pasar rakyat, pameran, dan ruang-ruang perjumpaan yang dibuka selama festival berlangsung.
Dalam laporan penutupan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan bahwa dengan menggandeng berbagai kalangan, FKY 2026 telah dikunjungi oleh lebih dari 53 ribu orang dan sukses memberi dampak dengan perputaran ekonomi menembus sampai lebih dari 1 miliar Rupiah.


“Melibatkan lebih dari 1.000 seniman FKY 2026 menggerakkan 1.767 seniman dan tim produksi. Pada pertunjukan kolosal pembukaan saja, sebanyak 502 penari dan 122 anggota tim produksi tampil di satu panggung yang sama berasal dari Kabupaten Bantul (170 orang), Gunungkidul (157), Sleman (139), Kulon Progo (64), Kota Yogyakarta (61), serta tingkat DIY (33). Di luar pertunjukan kolosal, sebanyak 1.143 penampil mengisi rangkaian program festival lainnya,” jelas Dian Laksmi Pratiwi.
Lebih lanjut KadisBud DIY itu melaporkan, “Selama tujuh hari pelaksanaan, 41 aktivasi program mengisi hampir seluruh area FKY 2026 di Lapangan Beran, Sleman. Di antaranya 24 aktivasi merupakan kolaborasi dengan penggiat budaya dan komunitas, 12 aktivasi bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota se-DIY, serta 3 aktivasi lintas sektor bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Kesehatan, Kemenko, dan BPJS.”

Yang menarik dalam laporannya Dian Laksmi Pratiwi menyebutkan, “Sampah selalu menjadi isu utama di banyak festival. Kali ini menjadi isu yang paling penting untuk rebranding FKY 2026. Salah satu usahanya dimulai dari meminimalisir produksi cetak untuk pembuatan artistik di seluruh area FKY 2026. 9 kolaborator Seniman infrastruktur merespon dengan karya-karya berbahan kayu, bambu, cat dan bahan-bahan yang mudah di daur ulang. Hasilnya, 90% artistik di area FKY 2026 full ‘nyeni’. Dengan menggandeng Sedekah Sampah dan TacTic Plastic. Selama festival, tercatat sampah yang dikelola mencapai 1.230 kilogram, di mana 229 kilogram di antaranya berhasil dipilah ke dalam kategori organik dan anorganik untuk diolah lebih lanjut,” ungkap Dian Laksmi.
FKY 2026 juga melibatkan komunitas komunitas yang sedang hype di masyarakat. Silent Miles (komunitas lari), Tamasya Karsa (walking tour), dan juga beberapa Komunitas Sepeda (perhaulan, cukup bike, bike & lucu, bikebikesaja, bike.cc) dengan total secara keseluruhan lebih dari 400 peserta mengikuti kegiatan ini di tengah rangkaian acara.

Tahun 2026, FKY rebranding menjadi festival yang bisa memberi ruang yang nyaman dan aman untuk siapapun. Dimulai dari aktivitas permainan anak, ruang baca, workshop bahasa isyarat, mendongeng, penampilan anak, sampai ke pelarangan merokok dan vape di seluruh area FKY. Area smoking disiapkan untuk mengakomodir pengunjung yang merokok.
Pengeras suara dari pusat informasi juga selalu mengingatkan untuk tidak merokok di area FKY dan mengingatkan untuk membuang dan memilah sampah ke tempat sampah yang sudah disediakan. Bentuk-bentuk usaha ini yang jadi salah satu rebranding dari Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.

FKY 2026 hadir sebagai ruang perjumpaan kebudayaan yang mempertemukan seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, akademisi, dan masyarakat luas. Mengusung tema besar “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”, FKY 2026 mengajak Masyarakat untuk melihat bahasa bukan semata-mata sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta. Tema tersebut menjadi bagian dari rangkaian tema pentalogi FKY yang telah berlangsung sejak 2023, yaitu Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual untuk 2027. (Feature of Impessa.id by Bayu Kristiawan-Antok Wesman)
