Sekber Keistimewaan DIY, Gelar MEMETRI JOGJA MERAWAT NUSANTARA, Di Depan Hamzah Batik Malioboro, Minggu Sore, 30 Agustus 2026
Sekber Keistimewaan DIY, Gelar MEMETRI JOGJA MERAWAT NUSANTARA, Di Depan Hamzah Batik Malioboro, Minggu Sore, 30 Agustus 2026
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Agustus 2026: Minggu sore (30/8/26) kawasan Malioboro tampil beda karena tepat di depan toko Hamzah Batik Malioboro mulai jam 17.30 digelar beragam seni pertunjukan seperti pentas biola, tari, drama, padian suara dan pidato sejumlah tokoh serta doa lintas agama.
Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, menuturkan, acara yang mengangkat tema “Memetri Jogja Merawat Nusantara” dikemas dalam rangka Peringatan 14 Tahun Disyahkannya UU Keistimewaan -UUK DIY, dilaksanakan hasil kolaborasi bersana Sekber Keistimewaan DIY, Paguyuban Lurah dan Pamong DIY Nayantaka, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah DIY serta komunitas Malioboro.
“Esensi acara ini adalah pertama merawat ingatan kolektif bahwa Sejarah asal-usul Yogyakarta sebagai Kerajaan adalah pondasi utama status keistimewaan DIY. Status Keistimewaan bukanlah hadiah melainkan hasil sintesis panjang buah pergulatan sejarah, komitmen kebangsaan, serta pengakuan hukum atas tatanan Kasultanan yang mengakar jauh sebelum RI. Kedua sebagai ajang konsolidasi jejaring lintas komponen masyarakat sebagai modal utama menjaga, merawat, memelihara, nilai serta spirit ke-Yogyakarta-an untuk memperkokoh NKRI. dan ketiga Moment ini juga akan menggalang donasi kepedulian untuk korban bencana alam di NTT,” jelas Widihasto.
Acara diawali dengan penampilan Sanggar Biola Quinta. Sebanyak 50 pemain biola membawakan lagu-lagu Nasional dan daerah. Disusul fragmen drama Spiritual Art menggambarkan perjuangan saat proses menuju pengesyahan UUK DIY.
Rangkaian berikut diisi tari Pujiastuti dari Tamanmartani Kalasan Sleman, tari Angguk Nganglang dari Sanggar Lestari Budaya Imogiri Bantul, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Tari Bawin dari Sanggar Hamaring Kalimantan Tengah, Tari Tunggal dari Forum Pemuda Pemudi Dayak Kalimantan, dan Tari Bidu Elele dari Ikatan Keluarga Malaka NTT. Acara dipungkasi dengan doa lintas agama serta penyerahan domasi peduli NTT.
Adapun sejumlah tokoh yang berpidato yakni Ketua DPRD DIY Nuryadi, Kepala Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto, Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra dan Sekretaris Paguyuban Lurah Nayantaka Suhadi. (Widihasto Wasana Putra-Ketua Sekber Keistimewaan DIY/Antok Wesman-Impessa.id)
