Feature

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tandatangani Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara Yogyakarta

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tandatangani Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara Yogyakarta

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tandatangani Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara Yogyakarta

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, 24 Januari 2026: Hari ini, Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi momentum bersejarah bagi LPP Agro Nusantara yang berkedudukan di Yogyakarta, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia -KP2MI, dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara, bertempat di Auditorium PT LPP Agro Nusantara Jl. LPP Nomor 1 Yogyakarta.

Seremoni penandatanganan tersebut dihadiri oleh 10 pejabat yakni, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI, Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak. - Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI, Ahnas, S.Ag., M.Si. - Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI, Ilham Akbar Mustafa, S.T., M.Si. - Staf Khusus Menteri KP2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik, Tonny Chriswanto, S.T. - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BP3MI DIY), Abri Danar Prabawa, S.E., M.P.A. - Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Dr. Endang Suraningsih, S.Psi., M.M. - Direktur SDM & Umum Holding PTPN III (Persero), Pranoto Hadi Raharjo, S.T., M.M - Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pugar Indriawan, S.E., M.B.A. - SEVP Operation PT LPP Agro Nusantara, dan Sosiawan Hary Kustanto, S.E - SEVP Business Support PT LPP Agro Nusantara.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom dalam sambutannya menuturkan, di kalangan umum, pahlawan devisa melekat kuat bagi Pekerja Migran Indonesia -PMI. Dana remitensi yang berputar dari penghasilan di luar negeri yang dibelanjakan di Indonesia menjadi pendongkrak perekonomian.

“Dibalik roda ekonomi yang berputar, berbagai isu yang menyertai PMI masih membayangi, salah satu diantaranya nilai tambah pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan,” ujar Wamen Dzulfikar.

Menurut Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla, isu mengenai Pekerja Migran Indonesia yang unskilled selalu menjadi faktor yang membuat PMI dipandang sebelah mata. “Secara statistik, penempatan PMI selama tahun 2025 terdapat 296.948 jumlah penempatan dengan negara terbesar di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 63,94% PMI terkonsentrasi di lima jabatan yaitu House Maid, Caregiver, Plantation Worker, Worker, dan Domestic Worker. Hal ini menunjukkan posisi Indonesia di perpetaan negara-negara pengirim pekerja migran. Dari sisi jumlah, Indonesia bersaing dengan Filipina, Myanmar, India, Pakistan dan Bangladesh untuk posisi pekerjaan serupa. Namun, jika ditilik lebih dalam lagi, secara kualitas jumlah ini cukup bertolak belakang. Dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia kalah bersaing karena penempatan yang didominasi sektor berketerampilan rendah,” jelas Wamen PPMI/BP2MI.

“Ini yang membuat peningkatan keterampilan calon PMI menjadi penting. Tidak hanya dari sisi penempatan, PMI sebagai tenaga terampil akan meningkatkan nilai remitensi yang artinya peningkatan perekonomian. Dengan urgensi ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran -KP2MI/BP2MI, secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga atau instansi untuk peningkatan keterampilan calon PMI. Salah satu lembaga yang dipilih adalah LPP Agro Nusantara untuk menjadi Migrant Training Centre,” imbuh Wamen Dzulfikar lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo, mengungkapkan dengan pengalaman sejak 1950 di bidang perkebunan, LPP Agro Nusantara memiliki rekam jejak prominen. “Sebagai Corporate University PTPN Group, LPP Agro Nusantara juga bermitra dengan berbagai lembaga strategis seperti Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan. Kemitraan ini membuat LPP Agro Nusantara semakin menunjukkan perannya dalam bidang perkebunan maupun isu-isu strategis nasional. Sebagai bagian dari grup BUMN, menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPPAN dipercayai amanah ini,” ungkap Pranoto.

Bagi Pranoto, LPP Agro Nusantara memiliki tugas untuk turut berkontribusi dalam membangun kemajuan Indonesia di bidang Agroindustri. Berperan sebagai Migrant Training Centre ini bisa menjadi langkah strategis LPPAN dalam mewujudkan sumbangsih bagi negeri.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi yang sudah disiapkan LPPAN, diharapkan bisa menjadi bekal yang berguna bagi PMI di bidang agro. Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya seputar keterampilan kerja. Kami juga sudah mendesain pelatihan yang bisa memberi gambaran kerja dan industri. Desain pelatihan dan sertifikasi juga bisa disesuaikan dengan karakteristik kerja negara penempatan. Menjadikan desain pembelajaran LPPAN unggul dan tepat sasaran,” tambah Pranoto Hadi Raharjo.

Dalam kesempatan itu, Direktur SDM & Umum Holding PTPN III (Persero), Dr. Endang Suraningsih, S.Psi., M.M. menambahkan, sebagai anak perusahaan dari PTPN, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga terlibat dalam skema kerja sama. Turut menandatangani nota kesepahaman, Holding PTPN memberikan tugas kepada LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas dan intellectual capital yang dimiliki untuk menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI.

“LPP Agro Nusantara sebagai corporate university PTPN group. Sehingga kerja sama ini tentu sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan dan tentu adalah keahlian LPPAN. Harapannya, peran kami ini bisa memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI,” tambah Endang Suraningsih.

Usai seremonial penandatanganan MoU kerjasama tersebut rombongan meninjau berbagai ruang pelatihan bagi peserta didik, para-calon PMI, bertempat di Gedung Perkebunan Nusantara Corporate University yang berlokasi diseberang Kantor Pusat Lembaga Pendidikan Perkebunan -LPP Agro Nusantara Yogyakarta. (Feature of Impessa.id by Nurul Pikroh-Antok Wesman)