German Film Club Menayangkan Film Arsitektur Di Kedai Kebun Forum Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta : German Film Club, kerjasama Kedai Kebun Forum (KKF) dengan Goethe Institut Jakarta, pada Rabu, 4 September 2019, pukul 19.00 WIB menayangkan film berjudul “Bauhaus-Model Und Mythos” atau Bauhus-Model dan Mitos, bertempat di Aula Kedai Kebun Forum Jl. Tirtodipuran 3, Yogyakarta, Terbuka untuk umum dan gratis.
Garapan Sutradara Niels Bolbrinker & Kerstin Sutterheim, 2010, film dokumenter berdurasi 104 menit tersebut berbahasa Jerman dengan subtitle bahasa Inggris. Seusai pemutaran film, dilanjut dengan diskusi bersama Rizki Maulid Supratman (Prinsipal R.A.G.A.M – Konsultan Arsitektur, Asisten Dosen UNPAR) yang membahas “Ide Bauhaus dan Maknanya di Indonesia".
Berikut sinopsis film "Bauhaus – Model Und Mythos" tersebut;
Bauhaus sampai sekarang termasuk struktur dasar dari arsitektur dan design modern. Tapi Bauhaus bukan hanya rumah putih berbentuk kubus dengan atap yang rata, kursi dari pipa baja atau lampu bulat. Bauhaus juga merupakan tempat pendidikan, yang sampai sekarang masih berfungsi sebagai model. Seniman-seniman terkenal seperti Wassily Kandinsky, Lyonel Feininger, Paul Klee, Oskar Schlemmer, Walter Gropius dan Mies van der Rohe pernah mengajar di sana.
Film yang memotret institusi modernitas artistik yang unik ini dari letusan revolusioner setelah akhir Perang Dunia I sampai pembubaran dan emigrasi para tokoh yang kabur karena alasan pekerjaan atau keterlibatan dalam perang tersebut. Masa-masa itu dikenang kembali, terutama oleh para mahasiswa Bauhaus, para dosen berbicara melalui materi-materi dari arsip.
Penggambaran kritis yang menyeluruh dari sasaran-sasaran estetika dan politis Bauhaus yang dipotret dalam film tersebut memberikan pandangan ke prinsip-prinsip esensi dari filosofi Bauhaus, konflik-konflik, yang menyebabkan pindahnya Bauhaus dari Weimar ke Dessau, pembubaran sekolah, dan pembentukan mitos Bauhaus di USA. (KKF/Antok Wesman)

