Tim Peneliti UIN Suka Yogyakarta Luncurkan Modul Keren Berkarakter Nir Kekerasan
Rektor UIN SuKa, Prof. Yudian Wahyudi, didampingi Dr Siti Ruhaini D. Staff Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, Craig Ewers dari AIPJ, dan KepSek SMP N 2 Klaten Wardani, saat peluncuran Modul Keren Berkarakter di Hotel Dafam
Impessa.id, Yogyakarta : Persatuan adalah suatu yang termahal yang dimiliki bangsa Indonesia. Ketidakberhasilan perlawanan terhadap penjajah Barat, selama 434 tahun, sejak 1511-1945, dikarenakan bangsa ini tidak mempunyai teknologi militer. Ditengah-tengah gelapnya nasib masa depan bangsa, dipuncak Perang Dunia II, bangsa ini bisa merdeka tanpa teknologi militer. Itu sesuatu yang sangat luar biasa!
Hal itu diungkap Rektor Universitas Islam Negeri – UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Launching Modul ”Integrasi Nilai-Nilai Keren Berkarakter Nir kekerasan Dalam Pembelajaran dan Budaya Sekolah” di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Selasa (20/8/19) dihadapan tamu undangan, termasuk pejabat dilingkungan UIN Suka, Direktur Kalijaga Institut for Justice – KIJ UIN Sunan Kalijaga Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA, serta pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Yogyakarta dan Klaten.

Modul tersebut sebagai salah satu hasil riset yang dilakukan Tim Peneliti KIJ UIN Suka Yogyakarta yang diketuai oleh Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin MA dengan anggota Alimatul Qibtiyah, Bayu Mitra Kesuma, Rina Komaria, Lailatis Syarifah, Witriani, Zusiana Elly Triantini dan Bono Setyo.
Sebagai model, Modul tersebut telah berhasil diujicobakan di empat sekolah menengah di Kabupaten Klaten-Jawa tengah, yakni di SMK Negeri 2, SMA Muhammadiyah 1, SMP Negeri 3 dan di SMPIT Ibnu Abbas. Pilihan Klaten sebagai Pilot Project menurut Dr. Siti Ruhaini dikarenakan Klaten yang dahulu merupakan Tanah Perdikan, sebelum munculnya Mataram, memiliki sejarah perjuangan panjang, dengan tokoh-tokoh diantaranya, Sunan Pandanaran, Ki Ageng Gribig, di masa lalu, dan sosok-sosok ternama seperti, Ki Narto Sabdo (Dalang), GM Sudarta (Kartunis), Munawir Sazali (mantan Menteri Agama dimasa Orde Baru) serta masyarakatnya yang dikenal kritis dan dinamis.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Klaten Dr. Wardani Sugiharto mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, mengatakan bahwa Modul tersebut sangat membantu siswa, sebagai kelanjutan yang memperkuat dalam rangka pendidikan karakter siswa memiliki Ruh sebagai yang termaktub di dalam Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Stanza 2 yaitu Mendoakan Indonesia Bahagia, dan Stanza 3 yakni Berjanji Indonesia Abadi.
“Kami para pendidik merasa sangat terbantu dengan adanya modul ini, Modul ini pun sangat menguntungkan siswa dimana kekuatan sikap atau attitude sangat dibutuhkan. Mengembangkan pendidikan karakter siswa merupakan tugas dan kewajiban para pendidik dan kita bersalah apabila bangsa Indonesia terpecah-belah,” ujar Dr. Wardani.

Dalam kesempatan itu Craig Ewers selaku Team Leader AIPJ2 (Australia-Indonesia Partnership for Justice) yang telah membina hubungan baik dengan UIN Suka Yogyakarta, mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh orang-orang baik dalam melakukan kerja yang baik.
Ungkapan Rektor UIN Suka Prof Yudian Wahyudi bahwa Persatuan Bangsa Indonesia yang sangat majemuk, plural, sebagai rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, bagi bangsa Indonesia, sudah selayaknya menjadi indikator sebuah Negara Maju, yang oleh Dr. Siti Ruhaini Dzuhayati, yang saat ini menjabat sebagai Staff Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, diajukan ke UNESCO.

“Modul ini menjadi solusi dalam pencegahan kekerasan secara dini melalui penanaman nilai-nilai keren berkarakter dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Modul ini mengajarkan belajar secara menyenangkan, tanpa kekerasan, menghargai sesama diantara pluralisme yang ada, seperti beda agama, beda etnis, beda gender atau beda status sosial, sehingga dikalangan pelajar tidak perlu lagi merasa terpinggirkan ataupun terasingkan, harapnnya tercipta kerukunan dan persatuan di kalangan siswa, sebagai penerus masa depan bangsa Indonesia,” ungkap Bu Eni, sapaan akrabnya. (Antok Wesman-Impessa.id).
