Duo Musisi Tunisia DORSAF HAMDANI dan ZIED ZOUARI, Memukau Pengunjung Hotel Tentrem Yogyakarta
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, April 2026: Grup musik dari Tunisia bertaraf internasional “Avec le Temps” dengan musisi Dorsaf Hamdani (vokalis) dan Zied Zouari (violin-piano), berhasil memukau pengunjung Eboni Bar and Lounge Hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu malam (22/4/2026).
Penampilan “Avec le Temps” di Yogyakarta, sebagai salah satu rangkaian Perayaan Hari Internasional Frankofoni, yang diperingati setiap tanggal 20 Maret, dengan merayakan ragam budaya Frankofoni di Indonesia dalam Pekan Franckoponi 2026 dan “Avec le Temps” tampil di tiga kota, masing-masing di Jakarta pada 20 April, di Yogyakarta pada 22 April, dan di Surabaya pada 24 April.

Dorsaf Hamdani merupakan penyanyi, musikolog, dan direktur artis asal Tunisia yang dikenal luas dikancah internasional. Dengan karakter vokal yang kuat namun penuh nuansa, Dorsaf menghadirkan interpretasi yang mendalam terhadap musik Arab klasik dan kontemporer. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari tradisi Maouf-Andalusia, nyanyian klasik, serta spiritualitas Sufi yang ia hadirkan kembali melalui pendekatan yang puitis dan refektif.
Sedangkan Zied Zouari, adalah violinis terkemuka dalam musik Arab-Oriental, dan dirinya telah tampil diberbagai panggung internasional. Melalui permainannya, Zied menghadirkan suara sebagai medium ekspresi yang hidup, dimana setiap nada terasa seperti membentuk cerita. Dengan gaya yang khas dan emosional, Zied dikenal mampu menjembatani tradisi dan modernitas, menghadirkan pengalaman musikal yang mendalam dan penuh imajinasi.

Malam itu, di Eboni Bar and Lounge Hotel Tentrem Yogyakarta, duo Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, membawakan 14 repertoir diantaranya, tiga nomor berbahasa Arab yang dia adopsi dari Fairouz, masing-masing, berjudul “Baadak”, “Kifak”, dan “Al Wada’”, kemudian lagu berbahasa Arab karya Charles Aznavour berjudul “Emmenez-Moi”, dua lagu berbahasa Prancis yakni, “La Foule” karya Edith Piaf, dan “Avec Le Temps” karya Leo Ferre.
Konser “Avec le Temps” di hotel Tentrem tersebut diinisiasi oeh IFI – Institut Francais Indonesia Yogyakarta, menyajikan pertemuan antara musik Prancis dan Arab Maghribi, melalui interpretasi puitis dari karya-karya klasik Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, yang mengajak penonton menyusuri cerita tentang waktu-kenangan-dan rasa, yang melampaui bahasa, sebuah pengalaman untuk tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan, dimanapun musik menyimpan hal-hal yang seringkali tak terucapkan.
Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, dalam Press Conference jelang konser berlangsung, dipandu oleh Aventa dan penterjemah Inta Devi, menuturkan, Francophonie yang telah ada sejak 1988 merupakan wadah bagi 320 juta penutur bahasa Prancis di seluruh dunia, bertujuan untuk merayakan kemajemukan budaya dari negara-negara yang tergabung kedalam Frankoponi.
"Di Tunisia, bahasa Prancis dipakai sehari-hari oleh warga Tunis, berdampingan dengan bahasa lokal dan Pekan Frankoponi ini sebagai bukti bahwa meski kita bicara dalam bahasa yang sama. namun setiap negara tetap memiliki identitas budaya masing-masing yang unik, dan itu menarik untuk dipresentasikan,"ujar Margaux.

Dalam pada itu, General Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, Christoporus Yulianto, selaku tuan rumah yang memfasilitasi konser itu, mengatakan, kolaborasi dengan IFI Yogyakarta merupakan kerjasama jangka panjang yang didasari pada kesamaan visi. Pada Oktober 2025, Hotel Tentrem berkolaborasi dengan IFI Yogyakarta menggelar Gastronomi 2025 yang menghadirkan chef Andree Rosier dari Restaurant Les Rosiers, anggota Michelin Star Chef Perancis, dan kali ini musik menjadi jembatan kolaborasi.
Pekan Frankofoni 2026 diselenggarakan oleh 18 kedutaan negara-negara Frankofon yaitu, Armenia, Belgia, Kamboja, Kanada, Chili, Siprus, Prancis, Mesir, Hungaria, Maroko, Meksiko, Rumania, Rwanda, Seychelles, Swiss, Tunisia, Ukraina, dan Uruguay. Sementara di Indonesia, acara berlangsung di sembilan kota, masing-masing di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, dan Semarang.
Program tahun 2026 juga bertepatan dengan Hari Kartini 21 April, yang didedikasikan untuk tokoh emansipasi perempuan, Raden Ajeng Kartini. Terkait dengan Hari Kartini tersebut, Dorsaf Hamdani membawakan lagu sakral “Ibu Kita Kartini” berbahasa Indonesia secara fasih, dan spontan mendapatkan applaus meriah dari seluruh pengunjung dan tanpa ragu-ragu dirinya mengundang GM Tentrem untuk naik panggung melantunkan bersama lagu nasional tersebut. Lantunan “Ibu Kita Kartini” nan merdu sekaligus syahdu itu menutup konser “Avec le Temps” yang bermakna “Seiring Waktu” di Yogyakarta. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)
