Feature

Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Menerima SILATURAHMI IDUL FITRI Di Bangsal Kepatihan Malioboro

Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Menerima SILATURAHMI IDUL FITRI Di Bangsal Kepatihan Malioboro

Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Menerima SILATURAHMI IDUL FITRI Di Bangsal Kepatihan Malioboro

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Maret 2026: Acara Silaturahmi Idulfitri Pemerintah Daerah DIY bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan, Senin (30/03/2026), disambut meriah ribuan warga masyarakat yang tertib antri sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai

Warga datang dari berbagai wilayah, bahkan dalam rombongan menggunakan bus sejak pagi hari, ingin mendapatkan kesempatan bersalaman langsung dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X dalam suasana yang sederhana namun tetap khidmat.

Dalam hal ini pihak panitia menerapkan pengaturan antrean dengan menyediakan jalur prioritas. yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lansia, serta warga yang membawa balita agar tetap dapat mengikuti prosesi dengan aman dan nyaman.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan daerah dengan mitra kerja sekaligus masyarakat luas. Ia juga menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi hal yang patut disyukuri setelah beberapa tahun kegiatan ini tidak diselenggarakan. “Hari ini Sri Sultan bersilaturahmi dengan mitra kerja termasuk juga dengan masyarakat. Antusiasmenya sangat tinggi, diperkirakan antara 5.000 sampai 10.000 orang yang hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi dibatasi hingga pukul 12.00 WIB mengingat adanya agenda lanjutan Gubernur DIY pada siang hari. Meski demikian, panitia tetap berupaya mengakomodasi seluruh masyarakat yang telah masuk dalam antrean. “Kita antara 5-ribu sampai 10.000 yang datang, karena pukul 12.00 kita sudah close, mengingat pukul 13.00 Bapak Gubernur ada agenda menerima tamu duta besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelibatan sekitar 70 gerobak angkringan juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. “Ada 70-an angkringan. Ini bagian dari ekonomi kerakyatan, sehingga kita butuh kerja sama untuk mendongkrak perekonomian di DIY,” tambahnya.

Gelaran ini turut diramaikan oleh sejumlah anak difabel dari Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, salah satunya Isnu yang hadir bersama orang tuanya. Mereka mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini dengan tujuan untuk bersilaturahmi sekaligus bertemu langsung dengan Ngarso Dalem. “Kesini ingin silaturahmi, dan tentu bertemu dengan Ngarso Dalem juga,” ungkap orang tua Isnu.

Senada, Guru SLB Negeri 1 Yogyakarta, Sunarti, menyampaikan bahwa pihaknya membawa lima siswa berkebutuhan khusus yang terdiri dari empat murid SD dan satu murid SMP. Para siswa tersebut didampingi orang tua masing-masing agar dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman sekaligus merasakan suasana syawalan secara langsung. “Supaya memeriahkan acara syawalan ini juga, mereka ingin bertemu dengan Ngarso Dalem lebih dekat,” jelas Sunarti. (Humas Pemda DIY/Antok Wesman-Impessa.id)