Rumah Sakit SADEWA Yogyakarta, Resmi Menjadi Rumah Sakit Umum Selamanya
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Februari 2026: Tepat di Hari Jadi Ke-21, pada 7 Februari 2026, Rumah Sakit yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak -RSKIA Sadewa, secara resmi berstatus menjadi Rumah Sakit Umum, setelah penyerahan Surat Ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kepada Direktur RS Sadewa.
Keberhasilan itu berkat kerja keras, perjuangan segenap manajemen dan karyawan yang penuh dedikasi guna memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang mana Menteri Kesehatan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 per September 2025, menetapkan bahwa seluruh Rumah Sakit di Indonesia kini harus berbasis kompetensi, dan tidak ada lagi Rumah Sakit Khusus.
Direktur RS Sadewa, dr Joko Hastaryo M.Kes, usai seremoni, kepada Impessa.id menuturkan bahwa perjuangan untuk menjadi RSU sangat berat. “Ternyata proses perjuangan menuju Rumah Sakit Umum sungguh luar biasa, mulai dari level kabupaten hingga ke level propinsi, semua persyaratan harus terpenuhi secara lengkap. Kami selama 27 jam dicecar pertanyaan oleh 10 anggota Tim Visitasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dari Persatuan Rumah Sakit DIY, dari Dinas Kesehatan Propinsi DIY, dimana Tim Visitasi itu menemukan 150 temuan yang membuat cemas dan itu semua harus dijawab,” ujar dr Joko Hastaryo.
“Namun setidaknya dua syarat utama untuk menjadi Rumah Sakit Umum yakni jumlah bed atau temapt tidur minimal 50 buah sudah terpenuhi, dalam hal ini RS Sadewa memiliki kapasitas bed sebanyak 68. Kemudian harus memiliki kompetensi minimal dua dari 24 area yang ditetapkan, dalam hal ini RS Sadewa telah mempunyai 10 area kompetensi, Alhamdulillah Surat Ijin Usaha maupun Operasional itu sudah terbit,” imbuh dr Joko.
Terkait temuan Tim Visitasi sebanyak 150 itu, dr Joko menjelaskan, “Hal itu kami sepakati dengan Tim Visitasi terbagi kedalam tiga proses, proses jangka pendek untuk 125 temuan berhasil dituntaskan dengan terbitnya Surat Ijin sebagai RSU selamanya, tepat pada tanggal 7 Februari 2026, kemudian sekitar 20 temuan untuk proses jangka menengah dengan target 6 (enam) bulan hingga bulan Juli 2026 harus bisa diselesaikan, serta sisanya 5 (lima) temuan untuk proses jangka panjang hingga akhir 2026 harus selesai, karena menyangkut bangunan fisik semisal gedung untuk cuci darah,: jelas dr Joko.
Lebih lanjut dr Joko menjelaskan, “Di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini terdapat 86 Rumah Sakit, dan di,Sleman ada 27 RS, tentu kompetisinya semakin dinamis, namun kami, RS Sadewa telah menyiapkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat seperti, Ginekologi Ibu dan Anak, penambahan dokter Spesialis Bedah, dokter Spesialis Mata, dokter Spesialis THT, Spesialis Syaraf, dan dokter Spesialis Patologi Anatomi,” ungkapnya.
HUT Ke-21 RS Sadewa yang bertajuk “Sadewa 21: Mengabdi, Bersinergi Dalam Perubahan” diawali dengan senam sehat melibatkan 200 warga sekitar, dilanjutkan dengan Seminar Ilmiah bersama narasumber dr RM Wiskara Jatipradresthya dan dr Afiarina Dhevianty MSc, SpA yang diikuti oleh tamu undangan dari Dinas Kesehatan DIY dan Sleman, dokter, bidan dan petugas layanan kesehatan di DIY dan sekitarnya.
Puncak acara berupa penyerahan Surat Ijin oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Kurnia Yuliawati SSi, APT MKM kepada Direktur RS Sadewa dr Joko Hastaryo MKes, dilanjutkan pemukulan Gong penanda layanan baru RS Sadewa dan Pemotongan Tumpeng HUT. Keunggulan layanan baru RS Sadewa dipaparkan oleh dr Dinda Rizki Hutari MPH FISQua AIFO-K, serta pembagian bingkisan kepada para Fasilitator Kesehatan Terbaik. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)
