Feature

Pameran Lukisan Bertajuk Positif, Di LAV Gallery Yogyakarta, 19-25 Desember 2023

Pameran Lukisan Bertajuk Positif, Di LAV Gallery Yogyakarta, 19-25 Desember 2023

Pameran Lukisan Bertajuk Positif, Di LAV Gallery Yogyakarta, 19-25 Desember 2023

Impessa.id, Yogyakarta: Empat perupa Jogja masing-masing, Ahmad Alwi, Ekwan Marianto, Iskandar SY dan Kukuh Nuswantoro, menggelar karya-karya lukisan mereka dalam pameran bertajuk “Positif” di LAV Gallery Jalan DI Panjaitan, di sisi Timur Lapangan Minggiran Yogyakarta, 19-25 Desember 2023.

Agil Alfian, dari Kembang Jati, dalam tulisan pameran “Positif” menyebutkan bahwa di mana setiap keberadaan adalah penceritaan dan setiap langkah adalah gerak tari menuju kebahagiaan. “Mari kita bersama-sama menangkap garis positif yang membara, membentuk komposisi hidup kita sebagai karya seni yang mempesona,” ujarnya.

“Dalam Eksibisi ini, mari kita merayakan keberagaman warna dalam palet kehidupan. Seperti empat seniman yang memadukan warna-warna cerah untuk menciptakan lukisan yang memukau, begitu pula kita dapat menciptakan keindahan dari keberagaman dan keunikannya. Biarkan setiap hari menjadi lembaran baru untuk menambahkan warna-warna positif dalam kisah kita,” ungkap Agil.

Dikatakan, Jika hidup adalah panggung, maka mari kita menjadi sutradara pementasan kehidupan kita sendiri. Menggali potensi positif dalam setiap momen, menyusun adegan kebahagiaan, dan memberikan sentuhan cinta dalam setiap interaksi adalah tugas kita. Setiap panggung memiliki cerita sendiri, dan kita dapat menjadikannya sebagai panggung kebahagiaan yang penuh makna.

Agil mengajak “Saat kita berbicara, kata-kata kita menjadi pensil yang merinci detail-detail kebaikan. Mari kita menulis syair-syair optimisme, menyusun prolog yang penuh semangat, dan menciptakan epilog kebahagiaan dalam setiap bab kehidupan. Setiap kata memiliki kekuatan untuk membangun dan menginspirasi, seperti lirik-lirik lagu yang mengalun indah”.

Lebih lanjut Agil menuturkan, Dalam perjalanan ini, kita adalah seniman yang terus berkembang. Tantangan adalah palet yang memberikan warna kehidupan kita, dan keberhasilan adalah lukisan abstrak yang terbentuk dari keberanian dan tekad. Jangan takut untuk menggoreskan kuas kehidupan pada kanvas setiap hari, menciptakan masterpieces yang membawa kegembiraan bagi diri kita dan orang lain.

“Jadikan kehidupan ini sebagai perayaan seni yang tak pernah berakhir. Teruslah menciptakan, berbagi keindahan, dan merangkul semua aspek positif yang dapat membentuk peta jalan kehidupan yang cemerlang. Dengan semangat seni, kita akan merajut cerita kebahagiaan yang akan terus dikenang oleh zaman. Selamat menari dalam melodi kebahagiaan dan melukis jejak positif kita di atas panggung kehidupan!” tutpnya.

Kepada Impessa.id, Agil: mengatakan, “Dari makna positif kami ingin mengambil semangat positif dari ke-4 seniman. Mereka mengeluarkan ekspresi kebahagiaan melalui kegiatan seni yang dampaknya ingin menjadikan seni rupa lebih positif lagi kedepannya. Meski sudah berusia cukup semangat juang mereka tetap tinggi dan dari Kembang Jati, kami mendorong semangat positif itu menjadi nilai plus dari pameran yang digelar di LAV Gallery kali ini”.

Meuz Prast, perupa muda yang karyanya sering dijadikan cover buku penulis ternama, kepada Impessa.id mengaku bahwa pameran tersebut menarik. “Dari tema Positif itu saya jadi ingat kabel listrik, ada yang positif dan ada yang negatif, Jadi kenapa positif itu bisa ada karena ada negatif, dalam hal kelistrikan kalau hanya positif saja dia tidak akan menyala, berangkat dari pengalaman hidup negatif masing-masing perupa, terus mereka bersatu menghadirkan pameran positif, dengan berharap positif pula untuk masa depan”.

Kukuh Nuswantoro yang menampilkan 12 karya, produksi tahun 2022-2023, ketika ditemui Impessa.id menyatakan, “Sesuai dengan tema pameran Positif ini, saya bersama teman-teman menghadapi era dimana adanya hal-hal yang meresahkan masyarakat di dunia, lewat karya lukisan, kami ingin menyemangati kehidupan kedepan seperti melalui karya lukisan saya yang berjudul “Forever In Love” yang menggambarkan dunia yang sudah tua, banyak bencana, adu domba antar sesama, seperti parodi, lalu kami mengambil dari sisi positifnya semoga ada hikmahnya.”

Sementara pelukis Iskandar SY, yang memajang 10 karya, dimana karyanya cenderung minimalis dengan simbol-simbol visual tegas, kepada Impessa.id mengatakan, ada karyanya  yang relevan dengan situasi saat ini yaitu tentang buah Semangka yang sedang viral, dan sebuah payung menggambarkan Desember bulan penghujan, serta pensil dalam berbagai warna yang menyimbolkan kreator yang harus bergerak terus-menerus dalam kondisi apapun.

Sedangkan perupa Ekwan Marianto yang menggelar 18 karya kepada Impessa.id dirinya menjelaskan bahwa semua karyanya dibuat sesuai dengan apa yang diaa pikirkan, “Saya lakukan, sesuai dengan kehidupan sehari-hari pribadi saya. Disaat saya berkarya itu seperti proses hidup saya dengan kesederhanaan saya, saya berkhayal, melihat lingkungan disekitar, ada pengamen beraksi, ada anak kecil bermain, ada pentas jathilan, ada ibu momong anak, semua itu saya gambar. Setiap saya suka itu lalu saya gambar. Hampir setiap hari saya menggambar, saya bersyukur bahwa saya bisa bekerja setiap hari, bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada saya, kesehatan, yang akhirnya saya bisa berkarya. Berpikir positif dengan berkarya dan mungkin tidak akan berhenti dengan positif itu, apa-apa enak, apa-apa enak, itu proses saya berkarya,” ungkap Ekwan.

Sedangkan Ahmad Alwi menburaikan makna lukisannya yang berjudul “Zero One”, “Zero itu Sang Pencipta yang tidak kita ketahui, tapi keberadaannya tetap ada, tetapi kita harus percaya dengan simbol One. One itu Satu, tentang keTuhanan. Kemudian karya berjudul “Happy Father” menggambarkan bahwa seorang ayah sebagai tonggak dalam rumah tangga itu harus siap apapun yang terjadi. Kita harus berperan dimata anak terutama, kita harus ceria, apapun permasalahan yang sedang terjadi,” jelas Alwi. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)