Pameran Arsip Rewriting Monograph FX Harsono di JNM Yogyakarta, 15-17 Desember 2022
Impessa.id, Yogyakarta: Pameran Arsip Rewriting Monograph FX Harsono di JNM Bloc, Paviliun Lt.3 Jalan Prof. Ki Amri Yahya no. 1, Yogyakarta, dibuka oleh Bambang "Toko" Witjaksono, kurator seni, pada Jumat 15 Desember 2022, pukul 16.00 WIB.
“Seiring berjalannya waktu peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di sekitar saya telah menjadikan saya yang sekarang.” FX Harsono
FX Harsono, salah satu Warga Negara Indonesia yang mengganti nama lahirnya atas nilai-nilai dalam Keputusan Kabinet yang absurd. Setelah empat dekade berlalu, perupa FX Harsono mencoba merekonstruksi ingatan akan nama lahirnya. Melalui pengejaan nama yang ditulis secara repetitif, FX Harsono menciptakan karya ‘Writing in the Rain’. Dalam karya ini FX Harsono menuliskan kembali nama yang pernah terhapus dari hidupnya.
Agenda yang digelar selama tiga hari di JNM merupakan pameran arsip karya seni rupa yang diselenggarakan oleh lima mahasiswa yakni, Adinda Ayu, Ani Sagita, Cecilia Elma, Latifa Nilam, dan Yohana Raras. Mereka tergabung dalam kelompok yang menjadi bagian dari peserta mata kuliah Kurasi Arsip, Prodi S-1 Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta. Mata kuliah ini juga menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dimana salah satu mahasiswa, Ani Sagita, berasal dari Universitas Sumatera Selatan, Palembang.
Pembukaan pameran arsip Rewriting Monograph berlanngsung Kamis (15/12/2022) di selasar ruang pamer JNM Bloc pukul 16.00 WIB dan diresmikan oleh staf pengajar ISI Yogyakarta & kurator seni, Bambang “Toko” Witjaksono.
Rewriting Monograph secara spesifik menyajikan dokumentasi siaran pers, gambar teknis penciptaan karya, artefak karya, dan dokumen lain perihal ‘Writing in the Rain’. Semua ini disajikan dengan harapan dapat turut berkontribusi menyalurkan apresiasi pengetahuan tentang karya yang dituturkan dari pengalaman dan ingatan kolektif seorang seniman.
Melalui pengejaan nama yang ditulis secara repetitif, FX Harsono menciptakan karya ‘Writing in the Rain’ dengan menuliskan kembali nama yang pernah terhapus dari hidupnya. Selain memamerkan karya asli dan arsip-arsip terkait karya ‘Writing in the Rain’, Rewriting Monograph berupaya merekonstruksi ulang karya performance art yang pernah ditampilkan oleh FX Harsono. (Cecilia Elma/Mikke Susanto/Antok Wesman-Impessa.id)

