Event

Hendra Setiawan Pentas Monolog Digoyang Dari Bawah Di Ong Art Centre Nitiprayan Yogyakarta

Hendra Setiawan Pentas Monolog Digoyang Dari Bawah Di Ong Art Centre Nitiprayan Yogyakarta

Hendra Setiawan Pentas Monolog Digoyang Dari Bawah Di Ong Art Centre Nitiprayan Yogyakarta

Sementara manusia terus berusaha mencari dan menjaga keseimbangan dalam kehidupannya. Segala yang terbangun dan diciptakan akan runtuh pada masanya

Impessa.id, Yogyakarta: Digoyang Dari Bawah, Sebuah Monolog Oleh Hendra Setiawan, Pentas Seni Dunia Akhirat, Di Sini Seni Di Sana Seni, berlangsung Selasa malam (5/7/2022) di Ong Art Centre (OAC) Warung Kopi & Tembako Mari Kangen, Jl Jomegatan nomor 105 Nitiprayan, Yogyakarta.

Inspirasi dan Gagasan; Hendra, cowok cool dari Jakarta, mengawali proses penciptaannya dari ketertarikannya dengan Peristiwa Alam seperti gempa bumi yang mengingatkannya tentang adanya kekuatan lain diluar diri manusia. Kemudian peristiwa itu menginspirasinya. Lantaran beberapa kejadian gempa bumi yang terasa sampai di Jakarta tempat ia tinggal, khususnya sekitar bulan Januari 2022, terjadinya gempa di Banten.

Dari situ ia mulai riset lebih jauh tentang terjadinya gempa. Hendra menggunakan proses terjadinya gempa dan reruntuhan sebagai inspirasi untuk membangun struktur pertunjukan dengan skala yang lebih kecil. Karya ini akan terus tumbuh kembang di berbagai ruang tempat ia mempresentasikan. “tapi tidak janji” begitu katanya.

Hendra Setiawan, Lahir Jakarta, 27 Februari 1982. Mulai berkesenian Teater di Teater Kampus. Lalu menjadi anggota Teater Kubur terlibat workshop sejak tahun 2005. Mengikuti beberapa kali produksi pertunjukan baik yang dipertunjukkan di dalam dan luar negeri. Terlibat workshop dan produksi Donjuan bersama Milan Sladek. Terlibat produksi Teater Studio Indonesia untuk opening Festival Tokyo 2013. Terlibat produksi Tari Sisipus, Karya Melati Suryodarmo. Lalu melakukan beberapa produksi Monolog yang dipentaskan di beberapa kota di Jawa.

Di Sini Seni Di Sana Seni, adalah sebuah ruang apresiasi Seni yang digagas oleh Tim Kreatif: Dimas Wahyu Pramudya , Arum Wangi Asriningati, dan Andy SW. Ruang apresiasi terbuka bagi para seniman untuk mempresentasikan karya seni. Ruang apresiasi itu mewadahi berbagai macam seni seperti teater, tari, performance art, sastra, pantomim, musik dan rupa. Dalam ruang apresiasi para seniman tak hanya sekadar presentasi namun terjadi sharing gagasan dan proses penciptaannya. Dalam ruang apresiasi diharapkan karya akan tumbuh kembang dan menjadi pengetahuan bersama.

Tim Kerja pentas monolog Hendra Setiawan, Penasehat: Ong Hari Wahyu; Direktur OAC: Arum Wangi Asriningati; Produser: Dimas Wahyu Pramudya; Manajer Program: Andy SW; Tim Artistik: Yudhi Becak, Canahyang Ekwan Puda; Dokumentasi: Ghifari Arfananda, Ones.

Sukses pementasan sepenuhnya mendapat dukungan dari warga Nitiprayan, Ong Hari Wahyu, Ong Art Centre, Warung Kopi dan Tembako Mari Kangen, Kerja Keras, Bengkel Mime Theatre, Achan Visual Art, The Oner, Kreweng Art House, EA Media Senter, dan HAM Creative Writer Course. (Andi SW/Antok Wesman-Impessa.id)