Event

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi Ajak Warga Lumajang Gaungkan Nilai-nilai Pancasila

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi Ajak Warga Lumajang Gaungkan Nilai-nilai Pancasila

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi Ajak Warga Lumajang Gaungkan Nilai-nilai Pancasila

Impessa.id, Yogyakarta: Humas BPIP melalui rilisnya menuturkan, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD mengajak kepada masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk menggelorakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.

Selain itu Prof Yudian Wahyudi juga menjelaskan tentang Salam Pancasila yang merupakan Salam Kebangsaan ditengah kemajemukan Bangsa Indonesia. "Saya juga jelaskan bahwa Salam Pancasila adalah Salam Kebangsaan, Salam Pancasila bukan Salam untuk mengganti salam keagamaan", tegasnya saat menjadi keynote speech pada kegiatan Talk Show Kebangsaan dengan tema "Membumikan Jiwa dan Semangat Kebangsaan di Era Digital" di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, (27/03/2022).

Prof Yudian juga berharap, generasi milenial dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dengan semangat kebangsaan melalui konten-konten kreatif, musik, olah raga, seni dan lainnya. "Generasi muda harus mampu menangkal berita-berita bohong, radikalisme, terorisme melalui teknologi serta memaksimalkannya menjadi sesuatu yang berguna dalam mendorong kemajuan bangsa", harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Lumajang H. Toriqul Haq SAg,MML mengakui Ideologi Pancasila sudah final dan tidak harus dipertentangkan lagi. Meskipun demikian menurutnya masih banyak permasalahan dalan mengimplementasikannya. "Problem Pancasila adalah kurangnya kesadaran diri untuk mengimplementasikannya", ucapnya.

Bupati Lumajang berharap kepada masyarakat untuk selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. "Jangan seolah-olah urusan pemerintah, tetapi yang menjadi ujung tombaknya adalah masyarakat", ujar H Toriqul Haq.

Dirinya juga mengaku jangan sampai nilai-nilai Pancasila tereduksi atau berkurang di dalam masyarakat karena pengaruh teknologi. "Saat ini kita sering mengargumentasikan soal gotong-royong soal pluralisme tetapi tidak dilakukan, itu sama dengan bohong", jelasnya.

Bupati Toriqul Haq berharap ada kesinambungan nilai-nilai dan gagasan yang dilakukan sehingga diharapkan Pancasila terus dapat terjaga. "Pancasila tidak hanya sosialisasi, tetapi nyata dilakukan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara", tutupnya. (ER/FAW/Antok Wesman-Impessa.id)