Pameran Lukisan Green Project Di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman II, Yogyakarta, Berlangsung Hingga 18 April 2022
Giring dan karyanya “Hijaunya Rumput dan Dua Rumah Batu” pada pameran lukisan 'Green Project' di Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman II, Yogyakarta, hingga 18 April 2022
Impessa.id, Yogyakarta: Untuk pertama kalinya, komunitas seniman lokal yang tergabung dengan nama Happy Colour menggelar pameran lukisan di Green Art Gallery, berkolaborasi dengan Greenhost Boutique Hotel Prawirotaman II, Yogyakarta pada 18 Maret hingga 18 April 2022, menampilkan 13 lukisan dalam tajuk “Green Project”.
Tiap-tiap anggota kelompok Happy Colour masing-masing, Janu Pu, Giring Prihatyasono, Hono Sun, Tofan Muhammad Ali Siregar dan Tjokorda Bagus Wiratmaja, menampilkan beberapa karya lukisan.

(GM Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta, Vivi Elizabeth bersama perupa unboxing gift saat opening pameran, 18 Maret 2022)
Perwakilan Kelompok Happy Colour, Janu Pu yang membuka pameran lukisan tersebut mengatakan bahwa pameran ini merupakan pameran pertama yang diadakan oleh Happy Colour dan sangat bersyukur atas antusiasme yang bagus dari audience yang sudah ditunjukkan bahkan sebelum perhelatan pembukaan pameran. “Ini merupakan pameran pertama kami, karena sebelumnya kami lebih memanfaatkan kelompok sebagai ruang diskusi dan bertukar informasi seni,” ujarnya.
Tema Green Project merupakan tanggapan kami terhadap kondisi saat ini, karena dalam ilmu psikologi warna hijau diketahui penuh dengan energi keseimbangan (harmoni), yang juga mewakili kesuburan, kesegaran, kedamaian. Besar harapan kami agar kami bisa segera berdamai dengan pandemi ini, dan benar-benar memasuki era new normal yang penuh dengan harmoni,” ujar Janu Pu, perwakilan dari Happy Colour.


Greenhost Boutique Hotel sendiri dipilih sebagai tempat perhelatan pameran lukisan, karena memiliki keselarasan dengan tema yang dipilih. Komunikasi yang terjalin baik juga menjadi salah satu alasan sehingga dapat menciptakan kolaborasi pameran lukisan tersebut.
“Sejak lama Greenhost Boutique Hotel, yang mengusung konsep mindfulness sangat aware dengan seni-seni karya seniman lokal. Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada kami sebagai venue penyelenggaran Pameran Lukisan pertama Happy Colour dan semoga perhelatan serupa bisa terus diadakan di hotel kami,” ujar Corporate General Manager Vivie Elizabeth.


(Giring Prihatyasono - Foto: Impessa.id)
Giring Prihatyasono dengan karya lukis dekoratif dan Janu Pu dengan representasi karya tulisan di setiap lukisan, Hono Sun dengan lukisan ekspresionis, Tofan Muhammad dengan lukisan realisme, serta Tjokorda Bagus Wiratmaja dengan karya ekspresionis figuratif beberapa figur hewan imajinatif.
Giring Prihatyasono mengusung tiga karyanya masing-masing berjudul, “Hijaunya Rumput dan Dua Rumah Batu”, “Rumput dan Batu” dan “Merumput”. Kepada Impessa.id, Giring menuturkan maksud karyanya yang berjudul “Merumput” acrylic on canvas berukuran 150x100 cm tersebut. “Tetap berbahagia dalam kondisi apapun. Dalam kondisi apapun, dalam situasi apapun, kalau saya mengalami berbagai keadaan, dulu sebelum ada HP, interaksi itu kalau ketemu ya salaman, berdekatan, bahkan saling berpelukan, sekarang sudah berubah, mau gak mau kita harus siap dengan perubahan jaman,


(Tofan Muhammad - Foto: Impessa.id)
Karya Giring yang berjudul, “Hijaunya Rumput dan Dua Rumah Batu” acrylic on canvas berukuran 180x120 cm, memiliki makna yang sangat mendalam yaitu ‘hidup membumi’. beragam aksara, ada huruf arab, ada huruf jawa, ada huruf sansekerta, ada huruf palawa, dia mix, ditata sedemikian rapinya menggambarkan hijaunya rerumputan dan disela-selanya tersembul dua batu berbeda ukuran, mewakili dua watak yang berbeda, berjendela seolah rumah dengan cahaya terang keluar dari dalamnya. Kedua sosok beda perangai itu hidup diatas bumi yang sama, dan disatukan dengan adanya koneksi lewat garis yang menunjukkan dinamika
Untuk karya berjudul “Rumput dan Batu” acrylic on canvas berukuran 100x80 cm, Giring mengambil spiritnya rumput, semangatnya rumput, survive. “Rumput bisa hidup, ditempat dikondisi apapun pasti ada rumput itu. Demikian halnya dengan batu, disekitar rumput pasti ada batu. Dua hal yang berbeda tetapi dipandangpun tetep enak gitu,” akunya.


(Hono Sun - Foto: Impessa.id)
Sementara itu, perupa Tofan Muhammad dengan studio di kawasan Garon-Sewon, ketika dikonfirmasi Impessa.id terkait karya lukisnya berjudul “Still Dreaming” menuturkan, “Itu keberanian untuk mengejar apa yang kita ingnkan, jadi wujudkanlah itu bukan hanya sekedar bermimpi, karena ini di figure, dia yang sedang tidur aja, berani untuk menuangkan kopi, agar dia beranjak dari tidurnya, agar dia bangun, jadi, yaa tetap semangatlah,” ujarnya.
Hono Sun, dengan studio di kawasan Kembaran-Tamantirto, melalui lukisan ekspresionisnya mencoba menawarkan kedekatan dengan alam. Melalui karyanya acrylic on canvas berukuran 180x140 cm yang berjudul “Once Upon A Time me And Birds”, Hono menjabarkannya “Alam ini telah menciptakan ekosistem yang sangat sempurna. Ada keseimbangan. Tinggal kita yang merawat keseimbangan ekosistem itu. Hal itu saya gambarkan seseorang yang sedang asyik duduk di tengah-tengah hutan kemudian didekati oleh burung-burung yang bebas terbang. Jadi yang ingin saya sampaikan disini bahwa hutan biarlah tetap hutan, dan burung-burung biarlah tetap terbang bebas.”


(Coki - Tjokorda Bagus Wiratmaja - Foto: Impessa.id)
Sedangkan karya Hono Sun yang berjudul “Fajar Menjelang Panen” acrylic on canvas berukuran 130x110 cm, menggambarkan suasana hati yang gembira. “Suasana hati yang gembira ialah disaat-saat sesuatu yang kita dambakan itu datang, atau menjelang kedatangan sesuatu yang kita harapkan. Itulah momen-momen yang paling membahagiakan. Karena setelah itu, sudah biasa saja,” terangnya.
Coki dengan nama lengkap Tjokorda Bagus Wiratmaja menampilkan lima lukisan ekspresionis beberapa hewan imajinatif. Karyanya berjudul “Lolipop” acrylic on canvas berukuran 50x50 cm, Coki menyatakan sesuatu yang terlihat galak akan menjadi lucu ketika dibenturkan oleh hal yang manis dan menggemaskan. Kemudian karyanya berjudul “Hugy” acrylic on canvas berukuran 50x50 cm, menunjukkan jenaka dan tingkah laku yang lucu terjadi dikehidupan hewan. Sesuatu yang alami dan membuat senang hati. Sedangkan pada karyanya berjudul “Cheerss” acrylic on canvas berukuran 50x50 cm, Coki menampilkan buah Chery dan Panda, dua hal yang istimewa, keduanya menyenangkan ketika dipandang dengan ciri khas warna dan rupa masing-masing.
Pameran Lukisan “Green Project” karya kelompok Happy Colour, di Green Art Gallery, Greenhost Boutique Hotel, Prawirotaman II Yogyakarta berlangsung hingga 18 April 2022. Untuk informasi detail mengenai pameran lukisan tersebut, dapat mengunjungi Instagram @greenhosthotel atau menanyakan melalui email di info@greenhosthotel.com. (Feature of Impessa.id by Dita Retno-Antok Wesman).
