Jogja Street Sculpture Project Ke-4 Ditutup Secara Daring
Impessa.id, Yogyakarta: Patung tidak hanya sekedar karya seni, karena disaat yang sama patung juga bisa menjadi tetenger. Begitu juga dengan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 4 yang menghadirkan patung sebagai penanda atau pengingat dari suatu wilayah. Hal tersebut tidak lepas dari ide karya patung JSSP-4 yang bersumber dari potensi kebudayaan yang ada di desa budaya. Pada tahap FGD, seniman yang terlibat mencoba merangkai segenap potensi yang ada untuk dapat divisualkan kedalam karya patung ini.
Hal tersebut yang disampaikan Bima Rosanto selaku Creative Director JSSP-4, Minggu 19 Desember 2021. JSSP 4 yang mengusung tema ‘Jogja Patung Publik Nyawiji’ sendiri menghadirkan 8 patung di 8 kalurahan budaya yang berbeda. JSSP-4 merupakan pameran patung dari Asosiasi Pematung Indonesia bersama Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. “Harapannya patung ini dapat direspon dalam banyak bentuk kesenian. Salah satunya dapat dijadikan versi kecil sebagai souvenir. Hal ini dapat mengangkat potensi secara ekonomi,” ungkapnya.

JSSP-4 telah selesai dan ditutup secara daring oleh Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dra Y. Eni Lestari Rahayu. Penutupan JSSP-4 telah tayang di kanal Youtube Dinas Kebudayan: tasteofjogja disbud diy.
“Luar biasa, JSSP-4 memiliki kekhususan tersendiri untuk berkolaboarasi dengan Desa Budaya. Patung JSSP-4 selain menjadi tetenger, juga menjadi sarana edukasi masyarakat terkait histori dan identitas kebudayaan. Harapannya, agar patung JSSP-4 bisa direspon sebagai potensi baru dalam kesenian dan kebudayaan,” ujar Eni Lestari Rahayu.
Sedangkan Nugroho, Ketua Panitia JSSP-4 menyampaikan ucapan selamat serta terima kasih untuk delapan kelompok seniman serta delapan Desa Budaya karena dapat berkolaborasi untuk mewujudkan delapan patung JSSP-4. “Telah kita lalui bersama JSSP-4. Semoga patung JSSP-4 dapat menginspirasi untuk terciptanya kesenian lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, diserahkan sertifikat kepada delapan kelompok seniman karena telah berhasil mewujudkan patung JSSP-4. Sertifikat juga diberikan kepada delapan Lurah Desa Budaya sebagai simbolis penyerahan karya patung tetenger JSSP-4 dari panitia kepada Desa Budaya. Delapan kelompok seniman JSSP-4 yaitu:
1. Kelompok Klinik Art Studio - Desa Budaya Panggungharjo, Bantul
2. Kelompok Jiwa Sehat - Desa Budaya Bangunjiwo, Bantul
3. Kelompok Dewi Sri - Desa Budaya Sabdodadi, Bantul
4. Kelompok Pandai Ruang - Desa Budya Gilangharjo, Bantul
5. Kelompopk DADA (K) - Desa Budaya Wedomartani, Sleman
6. Kelompok Buruh Seni - Desa Budaya Girikerto, Sleman
7. Kelompok Hokki - Desa Budaya Pandowoharjo, Sleman
8. Kelompok YOS - Desa Budaya Margodadi, Sleman
Penutupan JSSP-4 menghadirkan hiburan pertunjukan musik keroncong dari Cresensia & Keroncong Ndagel. Seluruh kegiatan JSSP-4 dapat dinikmati melalui kanal Youtube Dinas Kebudayan: tasteofjogja disbud diy. (Pramesthi/Antok Wesman-Impessa.id)

