Event

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako di Kecamatan Gamping dan Kasihan

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako di Kecamatan Gamping dan Kasihan

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr Ir Gunawan Budiyanto MP Membagikan Paket Sembako Untuk Ustad Di Kecamatan Gamping dan Kecamatan Kasihan, Jumat (8/5/20)

Impessa.id, Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membagikan 250 paket Sembako-Sembilan Bahan Pokok, untuk ustad, karyawan Sekolah Dasar (SD), karyawan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Muhammadiyah dan marbot masjid yang ada di Kecamatan Kasihan dan Kecamatan Gamping, Jumat (8/5/20) di kampus UMY, menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping dan PCM Kasihan untuk mencari data penerima paket sembako.

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM, menuturkan, para pendidik di sektor informal juga butuh perhatian dari berbagai pihak, mengingat banyak diantara mereka yang tidak memiliki pekerjaan sambilan untuk menyambung hidup, sehingga bantuan sembako diharapkan dapat meringankan beban yang ada. Rektor UMY juga menyebut pendidik dan ustad sebagai orang yang berada di garis depan guna memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Ustad menjadi salah satu orang yang berada di garda terdepan. Tantangan mereka juga semakin besar, maka harus kita dampingi dalam rangka untuk menguatkan jalur dakwah,” ujarnya saat melakukan penyerahan secara simbolis.

Pada kesempatan yang sama Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY Dr Ir Gatot Supangkat MP menambahkan, “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, peran sentral tertumpu pada ustad atau ustadzah. Pandemi Covid-19 tentu berdampak pula pada kinerja dan kesejahteraan para ustadz atau ustadzah yang tidak memiliki pekerjaan sambilan. UMY melihat kondisi seperti ini, harus dibangun kesadaran bersama untuk saling berbagi,” imbuhnya.

Gatot Supangkat juga menjelaskan bahwa program UMY Mengabdi merupakan payung dari program Dosen Mengabdi. Dosen Mengabdi merupakan program yang menggunakan sebagian dana pengabdian dan penelitian setiap dosen untuk dialihkan ke berbagai program penanganan pandemi Covid-19.

“Kita merasakan bersama akibat dari COVID-19 ini, maka kita juga harus sama-sama berbagi. Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah, maka ustad dan ustadzah memiliki peran sentral dalam hal ini,” ujarnya. (BHP UMY/Antok Wesman-Impessa.id)