Niceplay Gelar Festival Musik Internasional Java Open Air Di Gedung JEC Yogyakarta , 25 Maret 2020
Impessa.id, Yogyakarta : PT Niceplay Kreasi Asia merupakan badan hukum yang menaungi beberapa badan usaha di bidang entertainment yang berdiri sejak tahun 2008. Embrio Niceplay diawali dengan terbentuknya Heaven Records, label rekaman independent Bandung yang didirikan M. Panji Prayoga. Panji pula yang kini menjabat CEO PT Niceplay Kreasi Asia.
Selain menjadi label rekaman, Heaven Records juga memproduksi sejumlah event dan tur untuk beberapa band lokal Bandung seperti Close Head, Disconnected, Nudist Island dan Goodboy Badminton. Pada 2009, Heaven Records mulai lebih banyak terlibat dalam konser band internasional yang diawali MAE, pasikan Emo asal Amerika dan The All American Rejects. Tahun 2012, embrio Niceplay itu menggelar tur Secondhand Serenade ke Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Malang.
Satu tahun berselang Heaven Records membuat festival internasional ‘Heaven Rawk Tour’, yang diisi deretan band cadas legendaris seperti MXPX (USA) dan Motion City Soundtrack (USA). Heaven Records menjadi ‘kapal pertama’ yang mengangkut para artis K-POP ke Infinite 1st World tour live in Jakarta bekerjasama dengan Synergism Ent, kemudian dilanjutkan dengan konser 2NE1, girlband K-pop di MEIS, Jakarta.
Banyaknya event berskala internasional yang disambut positif pecinta musik di Indonesia, pihak Heaven Records merasa perlu membuat divisi baru, maka lahirlah Collective Touring yang mengawali jejaknya dengan menggelar tur band metal Dragon Force ke tiga kota di Indonesia bekerja sama dengan Log Zelebhour Production.
Collective Touring giat dan aktif sebagai agency band artis Internatioal dan bekerjasama dengan beberapa promotor di Indonesia, diantaranya, Helloween Live in Jakarta, Richard Marx live in Jakarta, David Foster & Friends Indonesian Tour dan sempat menjadi agency artis untuk Soundrenaline, yang pada saat itu berhasil menghadirkan Limp Bizkit. Sempat membentuk bendera “MXP Production” yang dikhususkan untuk mengadakan konser International skala 500-1000 pengunjung, diantaranya Against The Current live in Jakarta, Neck Deep live in Jakarta dan Cradle of Filth live in Jakarta.
Pada 2019, mempertimbangkan kompleksitas kegiatan usaha yang telah dijalankan, Panji memutuskan membentuk badan usaha berbadan hukum dengan nama Niceplay, yang berjalan sebagai group company yang lebih professional dan bisa menjalankan kegiatan usaha di bidang entertainment lebih luas lagi.
Kreasi Pertama
Di tahun pertamanya, sebagai Event Organization (EO), Niceplay melahirkan karya pertama yakni Java Open Air -JOA, festival musik cadas berskala internasional tahunan yang diadakan di dua kota di Pulau Jawa. JOA mengusung tema “Fear The Fest”, di mana kemarahan adalah katarsis manusia ketika menghadapi banyak persoalan yang kian padat di kepala. Festival musik tersebut melibatkan band-band nasional dan band internasional serta menggandeng industri-industri kreatif lokal untuk berpartisipasi, guna meningkatkan industri kreatif di Indonesia khususnya di Yogyakarta.
“Melalui festival ini diharapkan dapat membangun daya tarik musik Indonesia dan praktisi kreatif serta memberdayakan orang untuk mendukung kearifan lokal. Selain itu, festival musik ini juga merupakan wadah bagi band-band Indonesia dan creative-preneurs Indonesia untuk dapat unjuk gigi baik di kancah nasional maupun internasional,” ujar Yusuf Novantoro selaku Project Officer JOA.
Java Open Air perdana menghadirkan pasukan metal asal Swedia; In Flames. Band yang telah berkarier sejak 1990, telah melakukan tur keliling dunia dan mempengaruhi banyak band metal saat ini. In Flames telah mendapat empat penghargaan Grammis. Pada 2005, In Flames memenangkan penghargaan Grammis pertama mereka di kategori Album Hard Rock/Metal Terbaik untuk “Soundtrack to Your Escape”. Pada 2006, In Flames adalah band metal pertama yang memenangkan Swedish Export Award sebagai penghargaan Grammis kedua mereka. Pada 2007, In Flames sekali lagi memenangkan kategori Album Hard Rock/Metal Terbaik untuk “Come Clarity”. Mereka juga memenangkan penghargaan "Best International Band" dari Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2008.
“Selain itu In Flames sangat mencintai Indonesia. Mereka sangat antusias dan sedang menyiapkan sesuatu yang spesial,” imbuh Project Officer yang akrab disapa Gharux.
Sedangkan barisan band cadas Indonesia yang siap tampil di antaranya, Rising The Fall, Bias (Yogyakarta), Serigala Malam (Yogyakarta), Zi Factor, D’ark Legal Society, Burgerkill, Blingsatan, Daging, Karat, Fraud, dan Wolffeet. Burgerkill merupakan band metal asal Bandung yang telah terbentuk sejak tahun 1995. Pada 2004, Burgerkill memenangkan Indonesian Music Awards sebagai Best Metal Production untuk album “Berkarat”. Pada 2012, Burgerkill memenangkan Favourite Metal Song dalam Indonesia Cutting Edge Awards untuk lagu “House of Greed”.
Band metal asal Indonesia itu juga pernah memenangkan penghargaan Metal as F*ck dalam Metal Hammer Golden Gods Awards dan Hammersonic Awards dalam Magnitude Hammersonic Metal Awards 2016. Band metal lain yang mengisi penampilan di Java Open Air adalah Fraud, band metal asal Surabaya yang dibentuk oleh seorang gitaris bernama Kecenk dan dinaungi oleh Gounderz Records. Selain itu, band asal Yogyakarta, Bias, juga ikut meramaikan acara Java Open Air. Bias adalah band metal yang berhasil memenangkan Planetrox 2019 dan mewakili Indonesia dalam Le Festive Envol et Macadam di Kanada.
Java Open Air berlangsung pada tanggal 25 Maret 2020 di Jogja Expo Center dan 27 Maret 2020 bertempat di Surabaya Carnival Park. Selain pertunjukan musik, juga dapat menikmati Wall of Fame, Community Space, dan Collaboration Market.Java Open Air juga mengadakan pameran industri kreatif lokal, di mana ada banyak stand untuk lini pakaian lokal, perupa, dan fotografer yang berpartisipasi dan menunjukkan kreasi mereka. Beberapa dari mereka meluncurkan produk yang dibuat khusus untuk festival.
"Festival ini adalah tempat untuk menyatukan band-band Indonesia, musisi, artis, dan wirausaha kreatif lainnya, kami memberikan ruang kreatif untuk mereka sehingga dapat mengekspos ide dan kreatifitasnya secara global," kata "PJ" Panji, Festival Director Java Open Air.
Sekitar 10.000 tiket dijual oleh promotor untuk mengakomodasi pasar dari Indonesia dan mancanegara. Harga tiket untuk admission#1 sekitar Rp175 ribu dan ada admission#2 yang jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa festival musik lainnya. Tiket dapat dibeli langsung pada ticket box di Artifex (Bandung), Goth Six (Surabaya), Eight Wardrobe (Tasikmalaya), Metal Gear (Ciamis), Starcross (Jakarta, Bogor, Purwokerto, Salatiga, Kudus, Semarang, Kediri, Malang, Jogja, Solo), Balakosa (Jogja), Silol Kopi & Eatery (Jogja), Eight Wardrobe (Jogja dan Tasikmalaya).
Tiket dapat dibeli secara online melalui website www.thepointofsale.co.id. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di akun official Instagram Java Open Air 2020 @javaopenair atau website www.javaopenair.com.
JOA turut disponsori oleh PT Nojorono Tobacco International yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1932 dan berpusat di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, Niceplay Entertainment juga mengadakan beberapa konser musik lainnya di 2020, yaitu Beat on Beach pada Juni 2020 dan Borobuddies pada September 2020. (Desak/Antok Wesman-Impessa.id)

