Event

Kontingen DIY Raih Terbaik 2 PEKSIMINAS XVIII 2026 Jember, Mahasiswa ISI Yogyakarta Turut Torehkan Prestasi

Kontingen DIY Raih Terbaik 2 PEKSIMINAS XVIII 2026 Jember, Mahasiswa ISI Yogyakarta Turut Torehkan Prestasi

Kontingen DIY Raih Terbaik 2 PEKSIMINAS XVIII 2026 Jember, Mahasiswa ISI Yogyakarta Turut Torehkan Prestasi

Mahasiswa ISI Yogyakarta menjadi bagian dari kontingen D.I. Yogyakarta di berbagai tangkai lomba; Chika Yutha Cahyacetta meraih Juara I Desain Poster dan Lunar Antartika Binantari meraih Juara Harapan I Komik Strip.

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, September 2026: Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta menutup Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember dengan predikat Terbaik 2 nasional. Capaian tersebut merupakan hasil kolektif mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di DIY yang lolos seleksi tingkat provinsi dan tampil di tingkat nasional dengan membawa nama D.I. Yogyakarta. Di dalam kontingen itu, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta turut menorehkan prestasi pada sejumlah tangkai lomba.

PEKSIMINAS XVIII merupakan ajang seni mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan bersama Pengurus Pusat Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Rangkaian kegiatan berlangsung pada 7–11 September 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur, dengan kompetisi utama berlangsung 8–10 September dan malam penganugerahan pada 11 September 2026. Sebanyak 526 delegasi dengan total 893 personel mengikuti 15 tangkai lomba yang terbagi dalam 20 kategori penghargaan.

Pada tingkat nasional, peserta PEKSIMINAS tidak lagi berkompetisi atas nama perguruan tinggi masing-masing. Setelah melalui seleksi di kampus dan Pekan Seni Mahasiswa tingkat provinsi, para pemenang didaftarkan oleh BPSMI Provinsi sebagai kontingen daerah. Karena itu, capaian Terbaik 2 yang diraih D.I. Yogyakarta merupakan prestasi bersama perguruan tinggi di DIY dalam membina dan menyiapkan talenta seni mahasiswa untuk bersaing di tingkat nasional.

Sebagai bagian dari kontingen DIY, 17 mahasiswa ISI Yogyakarta tampil pada 10 kategori, yakni Keroncong Putra, Keroncong Putri, Fotografi, Penulisan Lakon, Desain Poster, Komik Strip, Dangdut Putra, Seriosa Putra, Lukis, dan Tari. Mereka berasal dari Program Studi Musik, Pendidikan Musik, Fotografi, Teater, Desain Komunikasi Visual, Karawitan, Penyajian Musik, Seni Murni, dan Tari. Keikutsertaan lintas bidang tersebut menunjukkan kontribusi ISI Yogyakarta dalam menyiapkan talenta seni yang menjadi bagian dari representasi D.I. Yogyakarta di panggung nasional.

Prestasi tertinggi mahasiswa ISI Yogyakarta dipersembahkan Chika Yutha Cahyacetta dari Program Studi Desain Komunikasi Visual yang meraih Juara I Desain Poster. Chika tampil sebagai wakil D.I. Yogyakarta dan bersaing dengan 28 delegasi dari berbagai provinsi. Pada kategori Komik Strip, Lunar Antartika Binantari, juga mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, meraih Juara Harapan I. Dua capaian tersebut turut menyumbang raihan prestasi kontingen DIY dalam akumulasi hasil PEKSIMINAS XVIII 2026.

Selain Chika dan Lunar, mahasiswa ISI Yogyakarta yang memperkuat kontingen DIY adalah Zagita Anugerah Gusti pada Keroncong Putra; Ariella Amna Zahra pada Keroncong Putri; Pradipta Bima Sanjaya pada Fotografi; Unon Saraswati Hananingtyas pada Penulisan Lakon; Reihan Yanuar Pamungkas pada Dangdut Putra; Damianus Wijayanto Manalu pada Seriosa Putra; serta Cruz Kyrie Pamangin pada Lukis. Pada kategori Tari, DIY diperkuat delapan mahasiswa ISI Yogyakarta, yaitu Lutfan Rino Areza, Abimanyu Jalu Sasmito, Ainur Rahman, Idopati Tanaya Wicaksana Radite, Rizal Maulana, Raihan Arfiansyah, Rajawali Sakti Adipati Nagari, dan Nabil Izza Leksono.

“Peksimiprov menjadi sarana penting untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat jejaring antarmahasiswa lintas perguruan tinggi, sekaligus menyiapkan delegasi terbaik DIY untuk berkompetisi di tingkat nasional.”, ujar Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni ISI Yogyakarta, sekaligus Ketua BPSMI DIY

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq saat pembukaan PEKSIMIPROV DIY 2026. Sebagai Ketua BPSMI DIY sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni ISI Yogyakarta, ia menempatkan seleksi tingkat provinsi sebagai proses pembinaan bersama untuk memilih representasi terbaik daerah. Capaian D.I. Yogyakarta sebagai Terbaik 2 di Jember memperlihatkan hasil dari proses berjenjang tersebut, mulai dari seleksi kampus, kompetisi tingkat provinsi, pendampingan, hingga kompetisi nasional.

Bagi ISI Yogyakarta, keterlibatan mahasiswa dalam PEKSIMINAS merupakan bagian dari ekosistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Sebelum menuju tingkat nasional, kampus menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Kampus sebagai ruang seleksi dan pengembangan talenta. ISI Yogyakarta juga menjadi tuan rumah pembukaan PEKSIMIPROV DIY 2026, yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di DIY dalam semangat kompetisi, apresiasi, dan kolaborasi.

Kiprah mahasiswa ISI Yogyakarta di dalam kontingen DIY sekaligus menunjukkan keterhubungan antara proses pendidikan seni di kampus dan arena prestasi nasional. Mahasiswa tidak hanya diuji dalam kemampuan teknis, tetapi juga dalam penciptaan gagasan, kedisiplinan proses, kepekaan artistik, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan tampil sebagai representasi daerah.

PEKSIMINAS XVIII 2026 mengusung tema “PEKSIMINAS Bergerak Seni Berdampak”. Bagi D.I. Yogyakarta, predikat Terbaik 2 menjadi penanda kuatnya ekosistem seni mahasiswa yang dibangun bersama oleh perguruan tinggi di daerah. Bagi ISI Yogyakarta, prestasi Chika, Lunar, dan keterlibatan seluruh mahasiswa dalam kontingen DIY menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus menyiapkan generasi seniman dan kreator muda yang mampu berkarya, berkompetisi, membangun jejaring, dan memberi dampak melalui seni. (Daru Aji-Humas ISI Yogyakarta/Antok Wesman-Impessa.id)