Kolaborasi UAJY Dengan STIKES PANTI RAPIH Dan POLITEKNIK ATMI Produksi SEPATU TERAPEUTIK Teruntuk SOBAT DIABETES
Kolaborasi UAJY Dengan STIKES PANTI RAPIH Dan POLITEKNIK ATMI Produksi SEPATU TERAPEUTIK Teruntuk SOBAT DIABETES
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Januari 2026: Universitas Atma Jaya Yogyakarta -UAJY bersama STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan Politeknik ATMI Surakarta, berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju -RIIM Kompetisi Gelombang 10 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional -BRIN. Pendanaan ini diperoleh melalui kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan riset inovatif di bidang kesehatan dan teknologi terapan.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T. IPU (UAJY) dengan tim peneliti lintas institusi, yaitu Anugrah Kusumo Pamosoaji, S.T., M.T., Ph.D. (UAJY); Ir. Tonny Yuniarto, S.T., M.Eng., IPU (UAJY); Nugroho Mamayu Hayuning Bawono, S.T., M.T. (UAJY); Dita Hanna Febriani, S.Kep., Ns., M.S. dan Bernadetta Eka Noviati, S.Kep., Ns., M.M. (STIKes Panti Rapih Yogyakarta) serta Rudi Kristianto, S.T., M.T. (Politeknik ATMI Surakarta).

Judul penelitian yang diajukan dalam program ini adalah “Pengembangan Sepatu Terapeutik dan Sistem Informasi Terintegrasi ‘Sobat Diabetes’ di RS Panti Rapih Yogyakarta.” Penelitian tersebut merupakan keberlanjutan dari riset disertasi Prof. Wisnu pada tahun 2018 yang berjudul “Pengembangan Desain Sepatu Ortotik Berbasis Teknologi Computer-Aided Engineering System.”
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian kali ini lebih menekankan pada aspek kegunaan sepatu terapeutik yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh sobat diabetes (penderita diabetes), khususnya dengan mempertimbangkan tingkat risiko terjadinya luka kaki diabetes.
“Kemudian dalam penelitian sekarang ini, kami membuat atau menentukan subjek penelitian ini berdasarkan dari kategori risiko terjadinya luka diabetes, luka ulkus diabetes. Harapannya ketika nanti sepatu ini dikembangkan dan dikategorikan sesuai dengan risiko luka kaki tadi, itu akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya melihat secara umumnya pasien ini adalah pasien diabetes seperti itu,” ucap Dita anggota tim peneliti dari STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
Proses seleksi pendanaan program RIIM dilakukan melalui beberapa tahap, yakni seleksi administrasi proposal yang diajukan dan pengumuman final bagi proposal yang dinyatakan lolos pendanaan oleh BRIN. Program penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun, yakni dari 2026 hingga 2028.
Dalam kolaborasi ini, masing-masing institusi memiliki peran yang strategis. UAJY berfokus pada aspek riset dan desain, STIKes Panti Rapih Yogyakarta berperan dari sisi kesehatan, sementara Politeknik ATMI Surakarta berkontribusi pada aspek manufaktur. Hal ini menjadi penting karena dengan adanya sharing expertise dari berbagai institusi akan menghasilkan produk yang bermanfaat.
Harapannya penelitian ini berdampak positif dan dapat dijual secara luas bagi sobat diabetes. Selain itu, sistem informasi terintegrasi yang dikembangkan juga diharapkan mampu membantu tenaga kesehatan dalam memantau kondisi perkembangan sobat diabetes.
“Harapannya produk yang dihasilkan itu memang bisa bermanfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat. Sebenarnya, sepatu ini akan difasilitasi dengan sistem informasi. Kemudian nanti harapannya luka kaki diabetes ini bisa dicegah dengan menggunakan sepatu khusus ini,” ujar Nugroho anggota tim peneliti dari UAJY. (Humas UAJY/Antok Wesman-Impessa.id)
