Feature

Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta Bedah Strategi Visual Product Pariwisata, Sinergi Akademisi-Praktisi-Pemerintah

Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta Bedah Strategi Visual Product Pariwisata, Sinergi Akademisi-Praktisi-Pemerintah

Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta Bedah Strategi Visual Product Pariwisata, Sinergi Akademisi-Praktisi-Pemerintah

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, 14 Januari 2026: Mahasiswa Program Magister (S2) Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo -STIPRAM Yogyakarta Bath 13 sukses menggelar diskusi bertajuk "Tourism Strategy Visual and The Role of Visual Product" bersama tiga narasumber yakni, Elisabeth Fifi Siswanti, S.Tr. Par, General Manager Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta, Dr Nur Widiyanto, S.Sos, M.A, Dosen STIPRAM Yogyakarta, dan Danang Hari Wibowo, S.Par, Pengelola Media-Sosial Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

Diskusi yang membahas “Content Tips and Tricks by an Influencer” tersebut berlangsung Rabu (14/1/2026) di Meeting Room Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta, di-ikuti 50 peserta dengan latar belakang beragam, diantaranya siswa SMA dan SMK, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

Ketua Panitia Khaerul Mukminin dalam sambutannya menuturkan bahwa diskusi yang menghadirkan kolaborasi strategis antara regulator, akademisi, dan praktisi industri pariwisata, bertujuan membedah bagaimana produk visual itu lebih dari sekedar estetika, namun menjadi instrumen penting dalam industri pariwisata.

“Acara ini sebuah pembelajaran bagi kami panitia, dalam menghelat event yang melibatkan akedimisi, dinas pariwisata dan pelaku usaha pariwisata. sebagai bentuk pengabdian dan hasil pemikiran kami sebagai mahasiswa pascasarjana, yang mendapat dukungan dari dosen dan praktisi pariwisata, guna mendukung pariwisata Jogja. Melalui 'Jogja Seribu Cerita', kami ingin membuktikan bahwa kolaborasi antara kreativitas anak muda dan strategi yang terukur, dapat menampilkan promosi pariwisata yang lebih berdampak," ujar Khaerul Mukminin.

Terkait dengan kolaborasi yang digelar STIPRAM Yogyakarta melibatkan pihak akademisi, praktisi, dan pemerintah, General Manager Greenhost Fifi Elisabeth, sapaan akrabnya, kepada media mengaku senang mengingat selaras dengan konsep tourism sustainability yang diusung pihaknya.

“Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta di tahun 2025 terpilih masuk lima besar dari ratusan hotel Bintang 4 di Tanah Air, sebagai nominasi di Wonderful Indonesian Award untuk kategori Sustainability Hotel Bintang 4 di Indonesia, oleh Kementerian Pariwisata. Hal itu penting mengingat pariwisata global di tahun 2026 menekankan pada pariwisata berkelanjutan,” ungkap Fifi Elisabeth.

Raihan tersebut tak lepas dari upaya secara terus-menerus yang dilakukan pihak Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta melalui empat konsep, masing-masing, manajemen, harus berfokus pada social impact dan ekonomi, pelestarian budaya, serta konservasi lingkungan.

Dalam kesempatan itu pembicara Nur Widiyanto, membahas dinamika dunia med-sos yang semakin tak terkendalli, apalagi dengan hadirnya Artificial Intelligent -AI, yang menjadikan siapapun terutama generasi-Z, begitu mudah membuat ‘Konten Gelap’ dan memunculkan ‘Gap Image’ yang tidak lagi organik, bahkan memberi dampak negatif bagi industri pariwisata.

Pembicara Danang Hari Wibowo, S.Par, Pengelola Media-Sosial Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, dalam pada itu merespon adanya ‘Konten Gelap” yang pernah menerpa destinasi wisata diwilayah Kabupaten Bantul, dengan membuat konten tandingan di medsos yang menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

“Terkadang istilah ‘bad news’ adalah ‘good news’ itu betul-betul dimanfaatkan oleh oknum person yang ingin meraih viewer sebanyak-banyaknya, tanpa perduli dengan akibat yang terjadi, yang mana calon wisatawan itu kok ya juga lebih percaya begitu saja dengan isu yang viral tersebut, tanpa cek-and-ricek terlebih dahulu,” ujar Danang.

Menurut Danang, di era digital, visual adalah pintu masuk pertama wisatawan. “Kita tidak hanya menjual tempat, tapi menjual imajinasi melalui produk visual. Saya sangat mengapresiasi mahasiswa S2 STIPRAM yang mampu menjembatani teori akademis dengan realita di lapangan, seperti yang kami terapkan dalam menjaga eksistensi hotel maupun promosi destinasi di Bantul," imbuhnya lebih lanjut.

Usai diskusi, panitia mengumumkan para pemenang Kontes Videografi Pariwisata berjudul “Pariwisata Jogja: Seribu Pesona Dalam Seribu Cerita” yang diikuti 140 peserta. Berikut pemenangnya; Juara Satu yakni Muhammad Rizqi Fadiyansyah, Juara 2 yakni Rahel Pangnestu, Juara 3 yakni Andri Sabelau, Juara Favorit Short Movies yakni Alda Juy Fibri, dan Juara Favorit Reels yakni Rizki Maulana Ramadhan.

Rizqi, selaku Juara Utama Videografi Kompetisi "Jogja Seribu Cerita" merasa terhormat berhasil memenangkan kompetisi tersebut dan melalui diskusi menghadirkan pembicara pakar dari tiga institusi berbeda itu semakin menambah wawasan bagi dirinya. “Saya jadi paham bahwa video yang saya buat bukan sekadar karya seni, tetapi sebuah 'produk visual' yang memiliki peran besar dalam strategi besar pariwisata Yogyakarta ke depan," aku Rizqi.

Tentang Pascasarjana STIPRAM

Program Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menganalisis tren global dan menerapkannya dalam inovasi pariwisata lokal. (Khaerul Mukminin- Panitia Pelaksana Talkshow S2 STIPRAM/Antok Wesman-Impessa.id)