Event

Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi Gelar Aksi Women Support Women Untuk Ketahanan Negara

Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi Gelar Aksi Women Support Women Untuk Ketahanan Negara

Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi Gelar Aksi Women Support Women Untuk Ketahanan Negara

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Januari 2026: Di tengah kompleksitas peran dan tuntutan hidup Perempuan, isu inner child dan unconditional love kembali diangkat sebagai ruang belajar dalam pertemuan Women Support Women -WSW, pada Sabtu, 24 Januari 2026 bertempat di Joglo Elang Nitiprayan, Yogyakarta.

WSW merupakan komunitas perempuan yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi -YRKSA, yang bergerak dalam pendampingan perempuan, penguatan kesehatan mental dan emosional, serta penguatan kesadaran dan solidaritas komunitas. Melalui berbagai ruang belajar dan pendampingan, YRKSA berupaya menghadirkan ekosistem yang aman bagi perempuan untuk pulih dan berdaya.

Penggagas WSW sekaligus Pendiri YRKSA, Sekartaji Ayuwangi, menjelaskan bahwa pertemuan bertajuk Ibu Tiang Keluarga, Perempuan Tiang Negara ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pemulihan bagi perempuan secara pribadi untuk menghadapi setiap dinamika kehidupan secara berkesadaran.

“WSW sejak awal dibangun sebagai ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh bersama, mengasuh luka batin, dan belajar mengasihi tanpa syarat. Di tengah kompleksitas hidup hari ini, kami merasa perlu kembali ke titik dasar itu,bukan hanya untuk diri namun menyadari perannya dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat juga menjaga nilai budaya bangsa sendiri” ujar Sekartaji.

Inner child dipahami sebagai bagian diri yang menyimpan pengalaman emosional masa lalu, termasuk luka, ketakutan, dan kebutuhan akan penerimaan. Sementara unconditional love dimaknai sebagai kemampuan mengasihi tanpa syarat, yang dimulai dari diri sendiri, lalu mengalir ke relasi dengan pasangan, anak, keluarga, hingga sesama dan kehidupan secara lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut peserta diajak membangun kesadaran diri melalui refleksi batin, latihan napas berkesadaran, quantum breathing, serta dialog yang menekankan proses saling mendengar dan didengar tanpa menghakimi. Bagi WSW, proses belajar yang paling mendasar bukanlah perihal pengetahuan semata, melainkan keberanian untuk hadir utuh dalam ketidaksempurnaan hidup.

WSW memposisikan diri sebagai komunitas yang menggunakan bahasa ibu untuk mengasuh, merawat, dan memungkinkan perempuan bertumbuh bersama dalam kesadaran. Perempuan tidak dituntut untuk segera kuat, melainkan diberi ruang untuk pulih, memahami dirinya, dan membangun stabilitas batin.

Berawal dari Yogyakarta, WSW berkembang dan membangun jejaring di sejumlah kota seperti Jakarta, Boyolali, dan wilayah lainnya. Selama hampir empat tahun perjalanannya, komunitas ini secara rutin menghadirkan beragam narasumber dari berbagai disiplin ilmu sebagai bagian dari proses saling belajar dan saling dukung antar-perempuan.

Melalui pertemuan tersebut, WSW berharap dapat kembali menegaskan bahwa perempuan yang utuh dengan dirinya adalah fondasi dari keluarga yang sehat dan masyarakat yang berdaya. (Pras AB/Antok Wesman-Impessa.id)