Event

Jogja International Art Fair Berakhir, Trinity Art Karya Sam Sianata Menjadi Sorotan

Jogja International Art Fair Berakhir, Trinity Art Karya Sam Sianata Menjadi Sorotan

Seniman Trinty Art, Sam Sianata bersama Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, pada event Jogja International Art Fair di Gedung JEC Yogyakarta, yang berlangsung 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Januari 2026: Jogja International Art Fair resmi ditutup Jum'at (2/1/2026) dengan meninggalkan kesan mendalam bagi para pelaku dan penikmat seni. Di antara ratusan karya yang dipamerkan, Trinity Art karya maestro Sam Sianata (Liem Sian An) tampil menonjol dan menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung sepanjang penyelenggaraan pameran.

Karya Trinity Art tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi sebagai pernyataan gagasan yang kuat. Melalui pendekatan artistik yang memadukan nilai estetika, filosofi kehidupan, dan pesan kebangsaan, Sam Sianata menghadirkan karya yang mengajak pengunjung merenung tentang persaudaraan, harmoni, dan kesadaran kolektif sebagai bangsa yang majemuk.

Antusiasme pengunjung terlihat dari intensitas diskusi yang terjadi di sekitar karya tersebut. Banyak kolektor, kurator, akademisi seni, hingga masyarakat umum berhenti lebih lama, mengamati detail visual sekaligus menangkap makna simbolik yang terkandung di dalamnya.bahkan Wakil Walikota Jogja Wawan Harmawan tampak antusias beranjangsana dengan maestro pelukis Satu triliun Sam Sianata

Trinity Art dinilai berhasil melampaui batas medium lukisan, menjelma sebagai ruang dialog antara seni, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan universal. Kehadiran Trinity Art di Jogja International Art Fair mempertegas posisi Sam Sianata sebagai perupa yang konsisten menjadikan seni sebagai medium soft diplomasi, menyuarakan pesan persatuan, kedamaian, dan kesetaraan manusia.

Pameran ini sekaligus menegaskan bahwa seni rupa Indonesia memiliki daya saing dan karakter kuat untuk berdiri sejajar di panggung seni internasional.

Penutupan Jogja International Art Fair bukanlah akhir dari perbincangan, melainkan awal dari resonansi gagasan yang ditinggalkan karya-karya terpilih. Trinity Art Sam Sianata menjadi salah satu penanda penting bahwa seni tidak hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan, dipahami, dan diwariskan sebagai nilai peradaban. (Sam Sianata/Antok Wesman-Impessa.id)