Event

Muhammadiyah Gandeng Menko PMK, Kuatkan Pengendalian Konsumsi Rokok Di Indonesia

Muhammadiyah Gandeng Menko PMK, Kuatkan Pengendalian Konsumsi Rokok Di Indonesia

Muhammadiyah Gandeng Menko PMK Kuatkan Pengendalian Konsumsi Rokok di Indonesia

Impessa.id, Yogyakarta: Majelis Pembina Kesehatan Umum -MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Muhammadiyah High level Meeting dengan Tema “Mewujudkan Pengendalian Tembakau untuk Melindungi Anak-Anak dan Remaja Indonesia Bagi Peningkatan SDM Unggul dan Berkualitas” pada Kamis (8/4/2021).

Muhammadiyah High level Meeting dihelat untuk mengkonsolidasi Gerakan Muhammadiyah dan mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian konsumsi rokok, degan dihadiri oleh jaringan Muhammadiyah se Indonesia dan jaringan Pengendalian Tembakau Muhammadiyah atau Muhamadiyah Tobacco Control Network -MTCN. 

Dalam pembukaannya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Haedar Nashir, menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Pengendalian Tembakau. Menurut Prof. Haedar Nashir, pembangunan Sumber Daya Manusia -SDM sangat penting, karena bangsa Indonesia masih memiliki Pekerjaan Rumah yang cukup besar. Indeks Pembangunan Manusia Indonesia masih berada pada urutan nomor 7 di ASEAN padahal SDM Indonesia secara  potensial sangat luar biasa, banyak putra bangsa yang berprestasi dan memiliki potensi untuk menjadi generasi unggul dan berkualitas di masa depan. 

“Kita harus menyelamatkan anak-anak Indonesia agar mereka menjadi anak yang cerdas, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki masa depan yang lebih baik, dari hal-hal yang destruktif salah satunya kebiasaan merokok yang masih berkembang di negeri kita,” sambung Prof. Haedar Nashir. Lebih lanjut Prof. Haedar mengatakan semangat pengendalian tembakau untuk melindungi anak dan generasi harus terus digalakkan karena merupakan misi dari majelis PKU.

Haedar berpesan bahwa Gerakan Pengendalian Tembakau harus dilakukan secara sistematis, terus menerus dan berkelanjutan, dengan menggunakan pendekatan yang rasional, objektif dan pendekatan dakwah. “Mari gerakkan semua upaya kita, institusi dan amal usaha secara menyeluruh bekerjasama dengan berbagai pihak, karena Pengendalian Tembakau adalah langkah yang mulia untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tegasnya. 

Sementara itu Prof. Dr Muhadjir Effendi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan -Menko PMK RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan tembakau merupakan ancaman serius bagi program pembangunan manusia dan ancaman bagi program pembangunan Indonesia secara umum. Prof. Muhadjir menyampaikan bahwa upaya pengendalian tembakau perlu terus diperketat dan merupakan salah satu strategi yang menjadi mandat agenda pembangunan manusia yang digariskan dalam RPJMN untuk menurunkan prevalensi perokok pemula dari 9.1% menjadi 8.7% pada tahun 2024. 

Prof. Muhadjir Effendi menyampaikan dukungannya untuk melarang iklan rokok di internet dan melarang penjualan rokok kepada anak-anak dan ibu hamil. Berdasarkan hasil study London School of Public Relation tahun 2020 tentang pengaruh iklan rokok melalui media online terhadap perilaku merokok pada remaja menunjukan bahwa, anak dan remaja menggunakan media online antara satu sampai dengan lebih dari 12 jam untuk membuka aplikasi favoritnya seperti YouTube, Instagram, game online.

Penelusuran konten-konten melalui website bahwa dampak iklan rokok di media online memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap perilaku merokok pada remaja sebesar 31,8%. Oleh karena itu Prof Muhajir mengajak untuk bersama-sama mendukung pelarangan total iklan rokok di internet harus betul-betul diwujudkan. 

Saat ini pemerintah sedang dalam proses untuk merevisi peraturan pemerintah Nomor 109 terkait pengamanan zat adiktif dalam bentuk rokok. Prof. Muhadjir meminta Muhammadiyah untuk memberikan masukan terkait substansi revisi PP 109 tersebut dan beliau juga menyampaikan sudah mendorong Kementerian Kesehatan untuk dapat menyelesaikan proses revisi PP di tahun 2021. 

Selain itu, Prof Wawan Gunawan dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskn bahwa Muhammadiyah salah satu organisasi yang mengharamkan rokok  konvensional dan rokok elektrik baik yang berbentuk HTPs maupun ENDs. 

Regulasi pengendalian konsumsi rokok di Indonesia menurut Dr. Mukhaer Pakkana dari Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah ada, hanya beberapa regulasi perlu direvisi mengingat perkembangan dan dinamika masyarakat juga semakin meningkat. Ia mengingatkan bahwa Rancangan Pembangunan Menengah Nasional 2020-2024 merupakan pengejawentahan janji presiden salah satunya menurunkan prevelensi perokok pemula menjadi 8,6%.

Jika seluruh stakeholder baik pemerintah dan masyarakat saling bekerjasama,maka upaya peningkatan kualitas SDM unggul dan berdaya saing akan tercapai, untuk itu revisi regulasi regulasi yang ada, salah satunya PP 109/2012 harus dilakukan dan Muhammadiyah mendukung revisi tersebut dan bersedia memberikan masukan masukan terkait konten revisi. 

Dalam kesempatan pertemuan itu, Muhammadiyah juga membentuk Muhammadiyah Tobacco Control Network -MTCN untuk mengkonsolidasi Gerakan dalam upaya Pengendalian Tembakau. (Deni Wahyudi Kurniawan/Antok Wesman-Impessa.id)