Ekonomi-Bisnis

Venzha Christ, Space Art-Astronomical Art, ISSS, dan v.u.f.o.c

Venzha Christ, Space Art-Astronomical Art, ISSS, dan v.u.f.o.c

Venzha Christ, Space Art-Astronomical Art, ISSS, dan v.u.f.o.c

Latar Belakang Penciptaan Karya dan Kegiatan Riset

Impessa.id, Yogyakarta : Istilah Space Art atau Astronomical Art, kurang populer ditelinga masyarakat awam. Di dunia seni pun istilah itu masih sedikit yang memahami maknanya. Namun, di beberapa tempat dan institusi besar di bidang seni dan teknologi, istilah tersebut sudah sejak lama digunakan untuk men-deskripsikan sebuah karya.

Di Indonesia, istilah Space Art atau Astronomical Art, masih baru, dan masih sulit untuk mendiskusikannya, karena nmembutuhka pemahaman yang spesifik serta hubungan yang logis dengan berbagai istilah dalam Space Science maupun Space Exploration. Dalam memahami Space Art dituntut harus juga memahami proses di belakangnya, apa yang diangkat atau dipelajari, serta bahasan tentang apa yang diolah atau dikolaborasikan.

Dunia seni kontemporer terbiasa dengan rupa dan matra sebuah object atau kegiatan yang yang bersifat pertunjukan dalam sebuah paparan presentasi di sebuah galeri maupun di tempat-tempat publik. Namun dalam Space Art hal yang tersirat pada karya adalah dasar teorinya, logika Space Science mana yang diambil, serta penalaran yang ingin disampaikan atau dipaparkan kepada publik. Sebuah karya Space Art, dapat memberikan wawasan secara langsung dengan value estetika dan atau menggabungkan antara sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah dipahami.

Ketertarikan Venzha dengan UFO dan Extra-Terrestrial (ET) sudah sejak kanak-kanak, memudahkan jalan untuk dekat dengan dunia Space Science dan Space Exploration, maka pada 1999, dia mendirikan HONF Foundation, yang semula komunitas, berkembang menjadi sebuah institusi, ada chemistry yang kuat antara dunia seni, sains, dan teknologi.

Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan dunia tersebut selalu dilakukan bekerjasama dengan berbagai institusi penting. Sepuluh tahun sejak berdirinya HONF Foundation, yaitu pada 2009, Venzha  memberanikan diri datang ke lembaga-lembaga atau universitas Space Science dan Space Exploration, mengajak berkolaborasi dan membuat riset bersama.

Singkat cerita sampai dengan saat ini, Venzha sudah melakukan riset dan berkolaborasi, kunjungan resmi, serta membuat karya bersama dengan 40 institusi serta lembaga penting dunia di ranah Space Science dan Space Exploration. Dari dalam negeri dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Observatorium BOSSCHA, serta ITB (Institut Teknologi Bandung).

Dari negara tetangga sebut saja TNO (Thai National Observatory), NARIT (National Astronomical Research Institute of Thailand), IANCU (Institute Of Astronomy, National Central University Taiwan), serta AIDC (The Aerospace Industrial Development Corporation), dan LuLin Observatory. Project, Space Art/Astronomical Art yang dikerjakan diantaranya, Occupy UFO House, dan Lu-Lin Comet Simulation bersama OCAC.

Dari Jepang contohnya, NAOJ (National Astronomical Observatory of Japan), JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), Tsukuba Space Center, KEK (High Energy Accelerator Research Organization), J-PARC (Japan Proton Accelerator Research Complex), ELSI (Earth Life Science Institute), serta KAVLI IPMU (Institute for the Physics and Mathematics of the Universe).

Project Space Art/Astronomical Art yang dilakukan membuat simulasi tata surya atau solar system, bersama YCAM (Yamaguchi Center for Art and Media), Utsuro-Bune mimi museum bersama KENPOKU-ART, dan SHIRASE EXP project (Simulation of Human Isolation Research for Antarctica-based Space Engineering).

Dari Korea, sebut saja, CEOU (Center for Exploration of the Origin of the Universe), Seoul University, serta KARI (Korea Aerospace Research Institute), project yang dikerjakan antara lain, DIY Radio Astronomy dan Evolution of The Unknown.

Dari ESA (Europe Space Agency) di Eropa mempunyai list panjang, semisal, CNES (National Centre for Space Studies), Headquarter Paris, OHP (L'Observatoire de Haute-Provence), CPPM (Le Centre de Physique des Particules de Marseille), IAP (The Institut d'astrophysique de Paris), OMP (Observatoire Midi-Pyrénées - Pic du Midi Observatory), Station de Radio Astronomie de Nançay, LAM (The Laboratoire d’Astrophysique de Marseille), VIRAC (Ventspils International Radio Astronomy Centre), serta IRAM (International Research Institute for Radio Astronomy), dan LHC - CERN (European Organization for Nuclear Research).

Project Space Art/Astronomical Art yang sudah dikerjakan bersama antara lain, Cosmos, PSSP (Performance Studies Space Program), (under)standing:(micro)cosmos+(macro)cosmos bersama IMeRA, ArtKillArt project, dan Electrocore project.

Dari Negeri Paman Sam, bekerjasama dengan NASA - AMES research center, SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) Institute, NASA – A HUMAN ADVENTURE, Society For Astronomical Science,  Roswell, AREA 51, Griffith Observatory, CSC (Carl Sagan Center), serta SpaceX. Karya Space Art/Astronomical Art yang terlaksana antara lain, Evolution of the unknown, AREA51 Sound Project, dan Cosmos.

ISSS -Indonesia Space Science Society

ISSS (Indonesia Space Science Society) untuk pertama kali pada 2014 digagas oleh Venzha Christ, direktur HONF Foundation, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang seni dan teknologi  sejak 1999, ditengah minimnya infrastruktur dan platform nyata, bisa hadir dekat dengan masyarakat untuk mencari pengetahuan serta mempelajari Space Science dan Space Exploration di Indonesia secara mudah dan sederhana, serta sebagai wadah pertemuan antar disiplin serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kemudian pada 2015 bersama dengan Yudianto Asmoro dan Bayu Bawono membuat platform yang bisa berkontribusi bagi pengembangan dan kolaborasi antara seni dan Space Science.

Pada 2016, Venzha Christ dipilih menjadi commision artist pada ArtJog 2016, kesempatan menghelat International Conference bernama SETI -Search for Extra-Terrestrial Intelligence. Sejak itu SETI digelar setiap tahunnya yang kedua pada 2017, yang ketiga 2018. ISSS -Indonesia Space Science Society mampu mengundang pembicara dan pemateri serta berkolaborasi dengan banyak nama dan lembaga-lembaga penting serta universitas dengan ranah Space Science dan Space Exploration.

Apa itu v.u.f.o.c ?

v.u.f.o.c adalah sebuah laboratorium yang berupa komunitas terbuka bagi peneliti dan pemerhati Space Science dan Space Exploration. Lab ini ada di bawah payung HONF Foundation sejak 2011. Pada 2011 secara resmi HONF Foundation mempunyai payung hukum, dan menginisiasi munculnya 3 (tiga) divisi utama yaitu, HONFablab, HONFactory, dan v.u.f.o.c lab.

HONFablab, yang diketuai Tommy Surya merupakan laboratorium dibidang design, inovasi, dan prototyping. HONFactory, dikoordinir oleh Irene Agrivina fokus pada wacana, kerja kolaborasi, seminar-simposium, dan community network. Sedangkan v.u.f.o.c lab ke arah pengembangan Space Science dan Space Exploration.

Banyak riset, kolaborasi serta penelitian dilakukan Venzha Christ bersama dengan ISSS -Indonesia Space Science Society dan v.u.f.o.c lab, yang secara berkala dipresentasikan dan dibagikan kepada masyarakat luas di Tanah Air. "Dunia Antariksa dan Space Science masih minim peminat, jika dikomparasikan atau dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia, kita masih jauh tertinggal jika ditilik dari lembaga pendidikan yang mempunyai jurusan Astronomi atau Space Science. Namun, disisi lain, perkembangan seni dan teknologi di Indonesia sudah mencapai progress positif di era sepulun tahun terakhir, dan itu menjadi tanggung jawab kita, untuk terus aktif menciptakan inovasi dan turut serta meningkatkan kerjasama dengan banyak pihak terkait," ungkap Venzha.

Menurutnya, Space Science tidak bisa dilepaskan dari perkembangan peradaban manusia, sejalan dengan pertumbuhan peradaban manusia yang tak lepas dari berbagai fenomena alam, seiring itu pula dunia Astronomi dan Space Science terus berkembang. (Venzha/Antok Wesman)