Feature

Komika Perempuan SAKDIYAH MAKRUF, Sukses Menghibur Penonton JAGONGAN WAGEN Episode 156 PSBK Yogyakarta, Lakon GUSTI, PARINGONO WARAS

Komika Perempuan SAKDIYAH MAKRUF, Sukses Menghibur Penonton JAGONGAN WAGEN Episode 156 PSBK Yogyakarta, Lakon GUSTI, PARINGONO WARAS

Komika Perempuan SAKDIYAH MAKRUF, Sukses Menghibur Penonton JAGONGAN WAGEN Episode 156 PSBK Yogyakarta, Lakon GUSTI, PARINGONO WARAS

Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Agustus 2026: Komika Perempuan Indonesia, Sakdiyah Ma’ruf, dan Dramaturg Erlina Rakhmawati; sukses menghibur penonton Jagongan Wagen Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, pada Jumat malam, 21 Agustus 2026 dalam kisah lucu seorang tabib bernama Mbak Dhe yang membuka ruang praktik pengobatan alternatif “Jampi Waras” . Praktik ini terbuka untuk mereka yang memiliki keluhan kegelisahan, kecemasan, kelelahan, ketidakpastian dan berbagai hal lainnya, akibat dari kehidupan yang bergulir belakangan ini.

“Jampi Waras” merupakan bagian dari pertunjukan monolog satir komedi dalam program Jagongan Wagen (JW) Episode 156. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara PSBK bersama Sakdiyah Ma’ruf (Indonesia) yang didukung oleh dramaturg, Erlina Rakhmawati (Indonesia). Penyelenggaraan JW kali ini menjadi bagian dari upaya membanguni ekosistem yang responsif sebagai ruang temu antara karya, seniman, dan publik yang tidak berhenti pada peristiwa presentasi semata, melainkan menjadi ruang dialog dan komitmen kolektif untuk "sembuh bersama". Seniman Penulis Naskah dan Penampil Pertunjukan Jagongan Wagen Episode 156: ‘Gusti Paringono Waras!’, Sakdiyah Ma’ruf.

“Saat ini kita menemukan kembali humor dengan bahasa yang berbeda, dengan bahasa meme, dengan bahasa interaksi di media sosial. Ini menjadi satu kekuatan kolektif yang bisa menjadi tahap awal. Karena humor tidak menyelesaikan persoalan. Tetapi humor dapat membuat orang coming together, kita tertawa bersama. Yang terpenting dari humor adalah kemampuan humor merebut narasi menjadi sangat penting. Bahwa kita dapat memproduksi narasi kita sendiri,” imbuhnya.

Dalam pada itu, Direktur Eksekutif PSBK, Jeannie Park menuturkan, “Bahagia sekali dapat bekerja sama dengan Sakdiyah dan praktik keseniannya. Humor memiliki peran penting dalam mengajak kita berefleksi dan berpikir kritis, dan Sakdiyah punya kemampuan yang istimewa dalam menggunakan komedi dengan cara yang tajam, penuh pertimbangan, sekaligus sangat manusiawi. Besar harapan saya penonton bisa tertawa, mempertanyakan, mungkin juga merasa sedikit tidak nyaman dan dari sana, kita bisa membayangkan realitas yang ingin kita bangun bersama.” ujar Jeannie Park.

Sinopsis Pertunjukan Monolog Komedi berdurasi 105 menit tersebut, karya: Gusti, Paringono Waras! oleh Sakdiyah Ma’ruf, dan Dramaturgi oleh: Erlina Rakhmawati;

Gusti, Paringono Waras! mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri atas berbagai kelucuan dalam upaya bertahan hidup, sembari menghadirkan kritik tajam terhadap akar persoalan sosial dan ekonomi masa kini. Karya ini berangkat dari keprihatinan atas keterputusan hubungan kemanusiaan dengan diri sendiri, alam, dan sesama manusia akibat berbagai tekanan: hiper kapitalisme, kemunduran demokrasi, kekerasan yang terjadi di mana-mana, serta kerusakan alam dan tatanan sosial.

Tekanan-tekanan tersebut memunculkan duka yang tak terkatakan dan alienasi social yang tak sempat mendapat tempat, karena hidup seolah harus terus berlari mengejar "butuh" sambil mengabaikan kebutuhan kemanusiaan yang sesungguhnya. Insting bertahan hidup dan kerinduan akan keterhubungan kemudian melahirkan berbagai solusi sementara (pengobatan alternatif), seperti whimsy culture, retail therapy, hingga budaya influencer yang dipercaya karena masyarakat telah kehilangan keteladanan, serta healing culture yang berwujud over commercialized wellness industrial complex.

Sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa masyarakat sesungguhnya membutuhkan pelarian, validasi, pencitraan, bahkan kepuasan atas kepemilikan yang dinilai sebagai terapi. Setiap orang membawa "baggage" yang selalu dibawa kemana-mana hingga tak jarang membuat pusing, sakit pinggang, dan masuk angin, baik secara harfiah maupun simbolik.

Tentang Seniman SAKDIYAH MA’RUF, Penulis Naskah dan Seniman Penampil

Dikenal sebagai “perempuan komedian tunggal muslim pertama dari Indonesia” yang menjadikan komedi sebagai cara untuk menantang ekstremisme Islam dan kekerasan terhadap perempuan. Pada tahun 2018, BBC 100 Women menetapkan Sakdiyah Ma’ruf sebagai salah satu dari 100 perempuan paling menginspirasi dan berpengaruh di dunia.

ERLINA RAKHMAWATI — Dramaturg

Penulis naskah, sutradara, sekaligus penulis lagu yang mengangkat isu gender, ekologi, keberagaman, dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan satir yang khas. Selama lebih dari satu dekade berkarya di ranah teater dan film pendek, Erlina telah meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional. Karya-karyanya menjadi ruang refleksi kritis atas ketimpangan sosial sekaligus ajakan untuk membayangkan perubahan.

Anjangsana Teman Menonton X Kelas OM RUM

Sebagai bagian dari rangkaian Gusti, Paringono Waras!, Anjangsana Teman Menonton X kelas Om Rum akan membuka ruang bagi penonton untuk menelusuri bagaimana komedi digunakan sebagai cara untuk menyampaikan kritik di Indonesia. Melalui storytelling yang dikemas dengan topik ‘Seni Bayang Bercabang: Sejarah Pelaku Kreatif dalam Mengkritisi Secara Tersamar’, Om Rum (Rumi Siddharta) mengajak penonton untuk memperkaya pengalaman sebelum, selama, dan setelah menikmati sebuah karya pertunjukan. Khususnya dalam pertunjukan ini akan lebih dalam menelusuri tradisi lawak dan teater rakyat, praktik satire pada masa Orde Baru, hingga perkembangan stand-up comedy pada era pasca reformasi yang berkembang di Indonesia.

Ruang nJAGONG di SELATAN

Pengalaman menonton pertunjukan menjadi semakin lengkap dengan kudapan ringan di area Kembang Setaman, PSBK. Ruang nJagong di Selatan hadir sebagai ruang untuk menikmati makanan, ngobrol dan bersantai sebelum atau sesudah menonton, bersama kawan-kawan pelaku kreatif dan UMKM.

Kali ini, hadir titabikinkukis dengan homemade brownies dan cookies bergaya New York, Mogi Matcha dengan variasi minuman berbahan dasar matcha pilihan, Tinampi yang membawa racikan kopi dari utara Jogja serta hidangan Dapur Senggol PSBK X Medina Food makanan ringan dari kentang dan nasi ayam krispi sambal matah. Tidak kalah menarik tersedia art print Sketsa Bagong Kussudiardja edisi Pameran Unidentified Box, notebook dengan koleksi foto-foto Bagong Kussudiardja serta Aladia Merch dengan pernak-pernik kreatif berisi tulisan-tulisan sambatan siap untuk diborong sebagai buah tangan. Terakhir, namun yang paling utama, Setup Jambu kembali hadir menemani penonton Jagongan Wagen.

Tentang JAGONGAN WAGEN

Sejak 2007, Jagongan Wagen berkomitmen menampilkan karya pertunjukan segar dan inovatif. Mulai 2025, Jagongan Wagen berfokus pada pertunjukan beragam dari seniman lokal dan internasional, sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem seni pertunjukan yang kuat dan menciptakan pengalaman apresiasi seni yang otentik.

Pertunjukan monolog komedi “Gusti, Paringono Waras!” oleh Sakdiyah Ma’ruf dengan dramaturg Erlina Rakhmawati tampil dalam agenda Jagongan Wagen episode 156 pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Bantul, Yogyakarta pukul 19.00 WIB dengan reservasi kursi.

Sebagai bagian dari ekosistem Jagongan Wagen, presentasi ini juga menjadi ruang pertemuan yang tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga memperkuat simpul pertukaran pengetahuan dan praktik seni pertunjukan yang berkelanjutan, kontekstual, dan terhubung secara global.

Tentang PSBK

Melanjutkan spirit Bagong Kussudiardja, PSBK menyelaraskan visi misi sebagai pusat seni berbasis tempat (venue-based art center). Evolusi ini dapat terwujud lewat penyempurnaan rencana induk desain kawasan pada 2024. PSBK berupaya untuk mewujudkan misi Lembaga untuk menjaga kualitas dan aksesibilitas ruang seni untuk pengembangan hubungan seni, seniman, dan masyarakat dengan kekuatan presentasi, literasi, perekaman dan dokumentasi, serta konservasi.

Dengan kekuatan tersebut dan praktik manajemen profesional, PSBK meneguhkan posisi sebagai pusat pengetahuan (resource center) yang berkontribusi pada ekosistem seni global, menciptakan dampak pada kualitas SDM seni maupun non-seni, serta terus menjaga relevansi seni sebagai kebutuhan hidup. (Tim Humas PSBK/Antok Wesman-Impessa.id)