Pameran ALUTSISTA TNI-Polri Di Atrium Rama Sleman City Hall Yogyakarta, Menarik Generasi Muda
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Agustus 2026: Ditengah-tengah kemeriahan Pesta Rakyat Independence Day Military Expo (IDME) yang dihelat oleh Sleman City Hall (SCH) pada 20-23 Agustus 2026, penulis bersua dengan Perwira/Taruna yang bertugas sebagai penanggung jawab, Kajar Akademi Militer Magelang, yakni Letkol CAC Ali Murtado, yang memimpin keberadaan gerai AkMil di ajajg pameran yang berlangsung di Atrium Rama SCH, dan kepada Impessa.id, dirinya menyampaikan tujuan keberadaan gerai tersebut;


“Kehadiran kami disini mengelar profil Akmil dalam hal ini proses kegiatan menjadi Taruna, kemudian mengikuti pendidikan militer di Akademi Militer, untuk membentuk karakter dari seorang Taruna, yang nantinya diharapkan menjadi prajurit yang profesional dan militant, dan disini saya juga membawa atribut-atribut Taruna dengan harapan bisa dikenal oleh Masyarakat terutama oleh adik-adik muda, yang masih pelajar, dengan harapan bisa menginspirasi mereka yang punya cita-cita menjadi seorang Taruna,” jelas Letkol Ali.

Ketika penulis menanyakan apa yang harus dipersiapkan agar bisa lulus seleksi menjadi calon Taruna, Letkol Ali menjelaskan; “Faktor-faktor yang harus dipersiapkan yaitu selain fisik dan akademik, juga akan diuji secara psikologi, agar nyalinya siap untuk menghadapi latihan berat dalam penmdidikan di Akademi Militer, mestinya diawali dengan niat dan tekad bulat untuk menjadi seorang Taruna, sehingga dirinya telah menyiapkan segala sesuatunya, seperti stamina tubuh yang sesuai dengan yang dipersyaratkan, menghindari tubuhnya di tattoo, di tindik telinganya, karena itu nanti akan bermasalah dengan kepribadian,” ungkapnya.


Diantara pengunjung pameran Alutsista TNI-Polri, penulis menyapa beberapa remaja dan berbincang-bincang terkait digelarnya acara merayakan HUT Ke-81 NKRI; Abim (15 tahun), dengan nama lengkap Abimev Kelana Hatta dari Pondok Pesantren BUMI CENDEKIA Gombang-Mlati, Tirtoadi, Sleman, saat ditemui Impessa.id dan dimintai kesannya tentang penyelenggaraan Military Expo di SCH, dia menuturkan bahwa dirinya merasa senang dapat menikmati hari liburnya dengan menonton acara di SCH;


“Senang sekali tadi menyaksikan fly-pass dari Jogja Flying Club, kemudian penampilan seru dari drumband Gita Dirgantara Akademi Angkatan Udara serta meriahnya karnaval yang berlangsung di jalan raya yang ditutup sementara untuk lalulintas di depan Gedung SCH, kemudian adanya pameran alutsista TNI AD-AU-dan-AL serta POLRI di dalam atrium, jadi saya itu sangat ter-impress dengan expo ini,” akunya.


Abim yang datang bersama dua temannya dari Pondok Pesantren, Kheanu dan Aslan, sempat mengaku berminat ingin menjadi Taruna Akabri di Halim Perdanakusuma Jakarta, dan kini semangat itu semakin menyala ketika dirinya melihat langsung pameran Tim Aerobatic Jupiter TNI AU dengan tampilan miniatur pesawat latih turboprop KT-1B Wong Bee, bercat merah putih, buatan Korea Selatan.


Abim (asal Riau), Kheanu (asal Manokwari) dan Aslan (asal Tangerang), kini ketiganya sedang menekuni Ilmu Adab di Pondok Pesantren “Bumi Cendekia” Tirtoadi Sleman, yang tentunya bekal sangat penting bagi semua anak muda, ditengah-tengah krisis etika yang melanda generasi muda masa kini, mereka tampak begitu antusias menyaksikan pameran peragaan beragam perlengkapan modern dan peralatan canggih dari ketiga matra TNI dan Kepolisian yang digelar di Atrium Rama SCH tersebut.


Disudut lain Atrium Rama SCH, ada sekelompok orang sebagiannya anak-anak tengah tekun mewarnai dan mereka sedang mengikuti workshop yang digelar Pinkio dari Seyegan-Sleman, membuat souvenir sederhana Gantungan Kunci. Endah, koordinator workshop kreatif dari Pinkio kepada Impessa.id menjelaskan; “Kami sedang membuat workshop Shrink Paper memakai kertas jenis POF atau PVC khusus yang saat dipanasi menggunakan heat-gun, akan menyusut dan mengeras seperti akrilik. Sebelum dipanasi, kertas itu diwarnai terlebih dahulu, mewarnai itu disukai semua orang dan bikin happy, makanya peserta workshop dari semua umur, ada orang tua, ada anak-anak, satu keluarga bisa mengikuti workshop yang berdurasi sekitar satu jam saja, hasil akhirnya nanti berupa gantungan kunci yang bisa dibawa pulang,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager Sleman City Hall, Sebastianus Jony Yudyantara dalam sambutan pembukaan acara, menuturkan bahwa Independence Day Military Expo 2026 yang kedua kalinya digelar untuk ikut merayakan Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia, bertujuan sebagai ajang edukatif mengenalkan kepada masyarakat luas tentang perjalanan panjang menjaga kedaulatan negara, sekaligus memahami lebih dalam nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.
(Kawasan Jombor, lalulintas dari arah Selatan Jalan Magelang Sleman, Jum'at sore, 21 Agustus 2026, macet total - foto: Impessa.id)
“IDME selain menjadi hiburan gratis masyarakat, juga ruang edukasi publik sejarah dan masa depan bangsa, guna membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda dan menumbuhkan rasa Cinta Tanah Air, melalui pendekatan kreatif dan atraktif. Kami juga minta maaf kepada masyarakat luas akibat ditutupnya selama beberapa waktu, jalan utama Jogja-Magelang, untuk pelaksanaan karnaval, pawai, arak-arakan, dan parade ranpur (kendaraan tempur), termasuk kirab Bendera Merah-Putih sepanjang 281 meter,” ujar Jony Yudyantara. (Feature of Impessa.id by Antok Wesman)

