JOGJA FASHION WEEK 2026, DI JEC, 13-16 Agustus, Hadirkan 164 Desianer
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Agustus 2026: Gelaran Joga Fashion Week, merupakan salah satu bagian dari upaya yang dilakuan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mewujudkan Jogja sebagai Pusat Fashion Dunia, sesuai amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan untuk meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke mancanegara.
Mengusung tema “Roots To Resomamce, Beyond” JFW 2026 berasal dari akar budaya bergema ke dunia. Kepala Disperindag DIY Anton Raharja STP MSi, dalam sambutannya jelang pembukaan, menjelaskan,

“Tema ini mengajak kita untuk menggaungkan inspirasi dari warisan budaya, menciptakan karya-karya kreatif baru di industri mode, sehingga dapat menjadi pemantik bagi munculnya ‘tren’ fashion di lingkup regional maupun internasional,” ungkapnya.
Dikatakan, guna mendukung suksesnya pelaksanaan JFW 2026, kami telah melakukan rangkaian kegiatan sejak Februari 2026 berupa launching JFW 2026 di Gelangggang Inovasi dan Kreativitas -GIK UGM, pada 12 Februari 2026, diberitakan secara luas oleh media lokal-nasional. Kemudian Jogja Sports Streetwear Show, pada 6-7 Juni 2026, berupa Fun Walk, E-Sports, Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis, dan Talkshow Interaktif, seiring dengan meningkatnya kesadaran dan antusiasme tinggi warga Jogja terhadap wellness lifestyle dan sportswear lifestyle.
Jogja Fashion Week 2026, yang berlangsung di Gedung Jogja Expo Center (JEC), pada 13-16 Agustus, menghadirkan berbagai program, yakni, Fashion Show sebanyak 13 sesi, oleh 164 desianer, 118 model, dan 20 finalis dari 86 peserta Jogja Fashion Desainer Competition.
Untuk Fashion Exhibition bertempat di Hall B JEC, diikuti oleh 132 Booths IKM -Industri Kecil Menengah, dimana 20 diantaranya difasilitasi oleh Disperindag DIY, sedangkan 62 IKM Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian, Asosiasi maupun Swasta, dan sisanya Island Booth yaitu booth pameran yang berdiri sendiri dan dikelilingi oleh jalur jalan di ke-empat sisinya. sehingga terbuka untuk pengunjung masuk dari segala arah.
Yang menarik di JFW 2026 yaitu adanya program Batik Casual Appreciation Fashion Show. Fashion Show yang di-ikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah -OPD, di lingkup Pemerintah Daerah DIY, sebagai apresiasi terhadap komitmen para Kepala OPD dalam mempromosikan pemakaian batik kasual khas Yogyakarta, sekaligus mendukung pengembangan IKM sektor fashion, serta pelestarian batik sebagai identitas budaya daerah. Setiap hari digelar pula Talkshow dari berbagai Komunitas yang membahas fashion. Pihak penyelenggara mentargetkan hasil penjualan selama empat hari penyelenggaraan sebanyak 2 Milyar Rupiah.
“Jogja Fashion Week lebih dari sekedar perhelatan mode, namun menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreatifitas, dan daya saing industri fashion DIY, untuk itu mari kita dukung bersama JFW menjadi rumah kreatifitas bagi fashion Indonesia, dan mewujudkan Jogja sebagai Pusat Fashion Dunia,” tutup Anton Raharja
Pembukaan JFW 2026, secara resmi dilakukan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo -KGPAA Pakualam X dan dihadiri oleh Dekrenasda Propinsi, Kabupaten Kota, di DIY, dan Dekranasda dari Propinsi Maluku, Propinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Rokan Ulu dan Kabupaten Buol. Perwakilan dari Per-bank-an, Akademisi, Kadin, Perhotelan dan Asosiasi, serta tamu undangan.
Ketika ditemui Impessa.id, disela-sela kunjungan ke fashion exhibition, Lia Mustafa, yang kali ini bertindak sebagai pemerhati dunia fashion menuturkan bahwa dirinya masih merasa bangga dengan keberadaan Jogja Fashion Week hingga kini,

“Kepada adik-adik pengelola, inovator perhelatan ini, meski dalam kondisi saat ini, tetap mampu merangkul banyak pihak guna menembus pasar dunia, menjadikan Jogja sebagai Pusat Fashion Dunia, Jogja sebagai Pusat Batik Dunia, sebagai PR -Pekerjaan Rumah, yang ada sejak lama, sehingga harus ‘gaspol’ tekun bekerja sepanjang tahun, dengan mempersiapkan ‘blueprint’ untuk kedepannya,” tutur Lia Mustafa yang pernah sukses menembus pasar Afrika Selatan, dengan batik-batik kontemporer full-color-nya yang disukai warga Afrika.
Dalam kesempatan itu pula Lia Mustafa berpesan kepada khalayak luas untuk menghadiri acara spektakuler FOS -Fashion On the Street Prawirotaman Yogyakarta, pada 22 Agustus 2026. (Antok Wesman-Impessa.id)
