Ubah Sampah Jadi Pupuk, SHIND Jogja, SGM, Dan UAJY Latih Warga Umbulharjo Membuat VERMIKOMPOS
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Juli 2026: Guna mengatasi permasalahan krisis sampah, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan peresmian program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS). Program ini bertujuan agar seluruh elemen yang memiliki kontribusi dalam pengelolaan sampah dapat berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk turut mengolah sampah secara sederhana dan berdampak besar. Tidak hanya masyarakat, langkah ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bergerak merawat kesadaran kolektif tersebut dengan berkontribusi melakukan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Metode Vermikompos (Losida dan Cacing) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Shind Jogja, pada Senin (13/7/2026) di Kantor Kemantren Umbulharjo.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri di wilayah Kemantren Umbulharjo. Peserta pelaksanaan terdiri dari perwakilan RW Kelurahan Semaki, Muja Muju, Tahunan, hingga Warungboto.
Stakeholder Relations Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), Akhta Suhendra mengajak warga untuk membangun kebersamaan kolektif dengan mengelola sampah yang menjadi tanggung jawab bersama.

Direktur Eksekutif Shind Jogja, Maulana Sriyono dalam pengantar kegiatan dan program tersebut mengatakan bahwa sebenarnya program Losida (lodong sisa dapur) telah diterapkan sejak akhir tahun 2022 ketika Yogyakarta mulai mengalami darurat sampah. Fokus pelaksanaan saat itu berlokasi di Kelurahan Muja Muju.
“Kami sudah menanam Losida di Muja Muju kurang lebih sebanyak 1.002 unit. Di setiap rumah tangga kami terapkan Losida, kami beri pelatihan, lalu tahun 2025 kami punya penguat bahwa losida yang ada di Muja Muju itu seharusnya tidak perlu banyak-banyak, tetapi bisa mengolah sampah organik secara maksimal,” ungkapnya.
Semenjak Shind Jogja bersama SGM berkolaborasi dengan UAJY menerapkan Losida menggunakan cacing, program ini menjadi lebih efektif. “Di Muja Muju itu kita kemarin udah coba di 12 RW, kemudian mekanismenya Alhamdulillah 20 persen lebih cepat,” jelas Maulana.

Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan masyarakat Kelurahan Muja Muju, Fraksiyanti dan Yuni Suprapti memberikan testimoni serta demonstrasi penggunaan Losida agar lebih mudah dipahami oleh warga yang datang. Dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, Monika Ruwaimana, Ph.D pun memberikan penjelasan teori dan hal-hal teknis yang dapat memengaruhi keberhasilan pembuatan Losida.
Mantri Anom Kemantren Umbulharjo, Eni Purwati, S.STP., M.Si berharap warga bisa mengelola sampah organik mereka masing-masing dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Harapannya yang datang hari ini bisa mendapat ilmu dan ditularkan kepada warga. Ambil ilmunya, manfaatkan, dan tularkan,” ujarnya. (Humas UAJY/Antok Wesman-Impessa.id)

