UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Kukuhkan Dua Guru Besar Teknik Industri
Impessa.id, Yogyakarta, Indonesia, Januari 2026: Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) secara resmi mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dalam Sidang Terbuka Senat Universitas yang diselenggarakan di Gedung Student Center Slamet Rijadi, Yogyakarta, Selasa (13/01/2026). Dua guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan Prof. Dr.Eng. Ir. Ririn Diar Astanti, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Parama Kartika Dewa menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Human-Centric Supply Chain: Paradigma bagi Ketangguhan, Keberlanjutan, dan Keunggulan Operasional.” Ia menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi industri, keberlangsungan rantai pasok tetap harus berpijak pada peran manusia dan kesinambungan sistem.

“Teknologi memang penting, tetapi manusia tetap menjadi pusat dari pengambilan keputusan. Supply chain yang kuat bukan hanya yang canggih secara digital, melainkan yang mampu memberdayakan manusia di dalamnya,” ungkap Prof. Parama.
Sementara itu, Prof. Ririn Diar Astanti dalam pidato pengukuhannya bertajuk “Metode Klasik dan Teknologi Kontemporer dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Industri Berbasis Data: Refleksi Keilmuan, Arah, dan Tantangan” menyoroti pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan industri. Ia menegaskan bahwa metode klasik Teknik Industri tetap relevan dan justru semakin kuat ketika dipadukan dengan teknologi berbasis data.

Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa perbedaan pendekatan keilmuan kedua Guru Besar tersebut justru menjadi kekuatan bagi pengembangan disiplin Teknik Industri di UAJY.
“Dari pidato pengukuhan yang kita dengarkan bersama, tampak jelas karakter keilmuan masing-masing Guru Besar. Prof. Parama Kartika Dewa menegaskan pentingnya supply chain yang sederhana namun berkelanjutan, sementara Prof. Ririn Diar Astanti menunjukkan bagaimana data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan industri. Keduanya memperkaya khazanah keilmuan Teknik Industri UAJY,” ujar Nurhartanto.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pengalungan samir dan penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Senat Akademik Universitas bersama Rektor UAJY.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik personal, melainkan juga amanah institusional. Guru Besar diharapkan mampu menjadi lokomotif keilmuan yang mendorong dosen-dosen muda untuk terus berkarya dan berkontribusi. Melalui pengukuhan ini, Program Studi Teknik Industri UAJY kini memiliki lima Guru Besar. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Fakultas Teknologi Industri dalam mendukung visi UAJY sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul yang mengedepankan nilai integritas, unggul, inklusif, dan humanis.

UAJY menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, berdampak, dan melayani masyarakat dalam cahaya kebenaran. (Humas UAJY/Antok Wesman-Impessa.id)

